Keseharian Kaka Fajar, Pengarah Gaya dan Fotografer Cilik di Kota Lama Semarang

Pelajar SD ini lebih dikenal sebagai fotografer jalanan yang kerap 'mangkal' di Kota Lama Semarang. Kaka Fajar namanya. Belum lama, video tentang dirinya yang tengah mengarahkan gaya para wisatawan viral di medsos. Gimana nasibnya sekarang? 

Inibaru.id - Kalau kamu menyambangi Kawasan Wisata Kota Lama Semarang, ada banyak fotografer jalanan di sana. Namun, hanya ada satu fotografer cilik. Kaka Fajar namanya. Usianya masih belia, baru duduk di bangku SD, tapi kegigihannya menekuni dunia fotografi nggak diragukan lagi. 

Menenteng kamera ke sana ke mari, Fajar tampak sangat menikmati "profesi" yang saat ini lebih banyak dilakukan anak muda hingga dewasa tersebut. Bahkan, tas kamera selempang yang disandangnya pun masih tampak kegedean. Namun, dia percaya diri sekali. Terik matahari siang yang menyengat di lokawisata populer di Kota Semarang, Jawa Tengah, itu pun nggak dihiraukannya.

Tanpa ragu, bocah cilik ini menghampiri muda-mudi di Kota Lama untuk menawarkan jasa mengarahkan gaya dan memotret kepada mereka. Ada yang menolak, tapi itu nggak membuatnya ge tar. Dia terus menawarkan jasa hingga ada yang menyewanya.

Fajar menekuni profesi sebagai fotografer dua tahun lalu. Sebelumnya, bocah yang saat ini duduk di kelas 6 SD ini mengaku berjualan koran di sekitar Tugu Muda dan Lawang Sewu. Dia terpaksa bekerja sembari sekolah karena harus mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Nggak kerja ya nggak makan,” kata Fajar singkat, lalu tersenyum. Pandangannya melayang jauh. Sepertinya dia tengah mengingat-ingat kondisi ekonomi keluarganya yang kurang mampu.

Kini, Fajar memantapkan diri sebagai fotografer cum pengarah gaya dan mangkal di Kota Lama tiap akhir pekan. Tanpa mematok tarif pasti, dia memotret dengan gawai para wisatawan.

“Cukup bayar seikhlasnya," ujar bocah 13 tahun yang selain memotret juga selalu membantu mengarahkan gaya tersebut.

Jadi Terkenal karena Viral

Profesi yang dijalani Fajar tergolong unik karena yang ditawarkannya "hanya" jasa memotret dan mengarahkan gaya. Tanpa menyandang kamera. Inilah yang membuat lelaki murah senyum itu nggak menerapkan tarif untuk orang yang menyewa jasanya.

Selama dua tahun menjalani profesi ini, bukan sekali dua kali jasanya nggak dihargai, mulai dari nggak dibayar hingga dituduh modus mau maling ponsel.

"Tapi, ada juga yang membayar dengan harga tinggi,” kenang Fajar. Wajahnya semringah. 

Puncaknya, belum lama ini Fajar menjadi terkenal lantaran sebuah video tentang dirinya viral di media sosial. Dalam video itu, Fajar diceritakan sebagai anak yang lebih memilih bekerja sebagai pengarah gaya ketimbang mengemis atau mengamen.

Video itu rupanya berdampak signifikan terhadap hidupnya. Anak dari pasangan Hartono dan Nina Marlina itu sempat diajak bertemu Walikota Semarang Hendrar Prihadi; Sempat diundang mengisi acara di sebuah televisi nasional juga.

Hartono, ayah Fajar, mengaku kaget. Dia mengaku nggak menyangka anaknya akan seterkenal ini.

"Dia dulu cuma penjual koran dan pengojek payung di jalanan,” tutur Hartono, yang juga mengungkapkan bahwa Fajar bekerja atas kemauanya sendiri.

Menurut Hartono, sulung dari empat bersaudara itu memang ingin membantu perekonomiaan keluarganya. Perlu kamu tahu, ayah Fajar berprofesi sebagai tukang sapu jalanan, sedangkan ibunya penjual koran.

Oya, berkat video viral itu, Fajar kini juga tengah menjalani rutinitas berlatih sepak bola gratis setelah menerima tawaran beasiswa dari PSIS Development. Wah!

Rezeki memang nggak tahu datang dari mana. Namun, yang pasti, kesempatan hanya terwujud ketika bertemu dengan kesiapan. Jadi, tetap belajar ya, Fajar! Senantiasa rendah hati dan bersyukur juga ya! (Triawanda Tirta Aditya/E03)