Internet Melengkapi Atambua Agar Tak Lagi Terbelakang

Atambua, ibukota Kabupaten Belu di Nusa Tenggara Timur, berbatasan langsung dengan Timor Leste. Bagaimana ketersediaan internet di wilayah itu? Tim Bakti Untuk Negeri Ekspedisi Nusa Tenggara Timur mencoba melihat pemanfaatan jaringan internet di sana khususnya bagi aparat TNI penjaga perbatasan.

Inibaru.id - Nggak selamanya kabar mengenai wilayah perbatasan berisi berita miring. Di Atambua, Belu, Nusa Tenggara Timur, kehadiran pemerintah sudah kentara. Seenggaknya, itulah yang Tim Ekspedisi lihat di sana.

Di wilayah yang berbatasan langsung dengan Timor Leste itu bisa dibilang nggak lagi tertinggal. Sebagai informasi, sambungan internet sudah baik berkat Palapa Ring, yakni proyek infrastruktur telekomunikasi terbesar di Indonesia.

Ketersediaan jaringan internet di perbatasan ini nggak luput dari peran Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Badan Aksesibilitas Komunikasi dan Informasi (BAKTI).

Sinar matahari menemani Tim Bakti Untuk Negeri Ekspedisi Nusa Tenggara Timur menyambangi salah satu pos penjaga perbatasan di Atambua. Hm, selama perjalanan sinyal internet stabil. Kamu yang baru kali pertama mengunjungi tempat ini nggak bakal nyasar karena GPS berfungsi dengan lancar.

"Memang di sini daerah perbatasan, cuma kalau sinyal GPS masih bagus. Masih stabil," kata Letda Inf Anggun Wahyu Wuryanto, Komandan Pamtas Damar. 

Sinyal internet ini dimanfaatkan dengan sangat baik oleh para prajurit TNI yang bertugas di Pos Damar. Mereka jadi bisa mengikuti perkembangan-perkembangan dan melakukan tugas dengan mudah. Tim Ekspedisi selanjutnya mendapat kesempatan langka dengan ikut berpatroli di daerah perbatasan. Duh, deg-degan nggak sih?

Pasukan dan Tim melewati perkebunan milik warga yang tampak kering. Maklum, daerah ini memang memiliki curah hujan yang minim. Keringnya tanah dan panasnya matahari nggak menghalangi penduduk untuk tinggal. Mereka asyik saja menjalani kehidupannya.

Sepanjang perjalanan yang terik ini, sinyal internet masih lancar. Sinyal ini juga yang memungkinkan para prajurit mengirim laporan kepada atasan. Tujuan sudah semakin dekat tapi terik matahari dan keringnya udara membuat perjalanan ini begitu melelahkan.

Setelah sampai di patok perbatasan, pelaporan online dilakukan. FYI, sebelum ada interet, komunikasi dan pelaporan dilakukan via radio, Millens

Mengabdi di pojok Negeri tentu nggak mudah ya. Banyak tantangan yang setiap hari dihadapi. Belum lagi rasa kangen pada keluarga yang jauh di mata. Karena itulah, internet bak oase yang menyegarkan. 

Mereka jadi leluasa menghubungi keluarga lewat video call atau dengan aplikasi lainnya. Tahu nggak kalau para punggawa TNI perbatasan ini mengabdi selama 9 bulan? Lama juga kan?

Internet untuk Anak-Anak Tulakadi

Tiga anak berseragam merah putih berjalan menuju Kantor Desa Tulakadi. Ternyata, mereka ke sana untuk memanfaatkan jaringan internet gratis. Selama pandemi, kantor desa telah digunakan sebagai pusat belajar ratusan siswa untuk pembelajaran daring.

"Pemasangan jaringan internet dibantu oleh BAKTI Kominfo dilakukan sejak akhir 2018. Pemanfaatannya untuk mengakses peraturan dari pemerintah pusat, dan membantu anak-anak belajar daring. Sekitar 200 anak datang ke kantor desa setiap pekan. Sekitar 65 persen anak-anak sudah memiliki gawai," kata Kepada Desa Tulakadi, Christian Laby Susuk.

Jaringan internet ini sekaligus menjadi solusi kebutuhan belajar para pelajar di tengah pandemi. Selain itu, internet gratis bisa membantu meringankan beban orang tua. Mereka nggak perlu mengeluarkan uang untuk membelikan pulsa dan kuota.   

"Provider yang sudah mapan di kota besar jangkauannya belum sepenuhnya sampai di perbatasan. Untuk memenuhi kebutuhan internet di perbatasan kami minta tolong kepada BAKTI," ucap Kadis Kominfo Belu Johanes Andes Prihatin.  

Terpenuhinya jaringan internet di Atambua seakan menunjukkan bahwa mereka yang berada di tapal batas nggak selamanya selalu terbelakang. Melalui jaringan internet yang dibangun, diharapkan terbentuknya kesetaraan informasi dan pembangunan ekonomi.

Semoga Atambua bisa semakin berkembang ya, Millens. (IB28/E05)