Asa yang Membumbung Tinggi di Desa Kalimantong

Desa Kalimantong sudah merasakan jaringan internet yang dipasok oleh Badan Aksesibilitas Teknologi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (kominfo). Kini internet sudah banyak membantu berbagai lini yang bergulir di desa yang terletak di Kabupaten Sumbawa Barat tersebut. 

Inibaru.id - Hasanudin kini lega. Dirinya sudah nggak lagi harus begadang di warnet selama 2 sampai 3 malam hanya untuk mengupdate profil desa dan kelurahan. Laki-laki bernama Hasanudin Karing ini merupakan Sekretaris Desa Kalimantong, Millens.

Sejak 2019, Desa Kalimantong, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, mulai merasakan manfaat dari ketersediaan jaringan internet yang disediakan oleh Badan Aksesibilitas Teknologi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

“Berkat Bakti, kini perangkat desa jadi serba mudah. Biasanya kami menggunakan internet untuk mengurus hal-hal administrasi,” ujarnya.

Nggak hanya perangkat desa. Warga Desa Kalimantong pun juga merasakan hal yang sama. Saban malam Aula Desa Kalimantong dipenuhi para pelajar. Selain berkegiatan, mereka juga mengerjakan tugas dengan menggunakan internet.

Rusda Susanti adalah salah satunya. Mahasiswi itu banyak memanfaatkan akses internet atau wifi selama kuliah daring. Dengan adanya wifi desa, dia jadi lebih menghemat ongkos.

“Uang yang buat beli paket bisa ditabung untuk kebutuhan lain,” ucapnya.

 Kegiatan bertani Badan Usaha Milik Desa (BUMD) Sinar Makmur juga ikut lapang karena internet mengalir lancar. Terutama dalam proses administrasi dan jual-beli. Ayubar, sang Kepala Desa Kalimantong menuturkan kalau kegiatan warga desanya dalam menjual bibit padi semakin ramai berkat akses internet.

“Pakai internet dari hp, lewat Facebook bisa. Dilayani semua lewat Badan Usaha Milik Desa,” katanya.

Terkait kemajuan yang dirasakan oleh Desa Kalimantong ini mendapat sorotan juga dari Staf Ahli Kominfo Prof Dr Henri Subiakto pada program BAKTI untuk Negeri. Menurutnya, sudah saatnya seluruh desa di Indonesia melakukan e-government, yakni pengelolaan pemerintah daerah berbasis teknologi.

 E-government membantu pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi warganya, mengurus bisnis, serta hal-hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan. Dengan menerapkan e-government, segala urusan pemerintahan akan lebih efektif dan efisien.  

"Sebab dalam hal ini desa sebagai ujung tombak, maka kecepatan informasi dibutuhkan supaya sistem pemerintahan dan pelayanan publik berjalan lebih efektif," katanya

Pemerintah pun nggak berpangku tangan dalam menyiapkan infrastruktur telekomunikasi. Meski terkendala kondisi geografis, pemerataan ketersediaan jaringan internet hingga daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) dan perbatasan, bakal terus diupayakan.  

Salah satu wilayah yang telah menerima bantuan internet gratis dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Bakti adalah Desa Kalimantong di Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).  

Selama 2020, terdapat 159 lokasi pemasangan akses internet (AKSI) di bidang pendidikan oleh Bakti-Kominfo yang tersebar di Pulau Sumbawa. Selama itu juga Bakti telah membangun 46 BTS (base transceiver station) yang tersebar di Pulau Sumbawa.

Bersama tersalurkannya akses internet di Kalimantong, asa masyarakat membumbung tinggi. Bukan nggak mungkin harapan tersebut bakal terwujud dengan pembangunan infrastruktur yang rata di berbagai lini. Inilah Kalimantong, desa yang diharapkan kelak menjadi kebanggaan di Ibu Pertiwi.

Semoga pembangunan jaringan internet di sana semakin membangkitkan sendi-sendi perekonomian masyarakat ya, Millens. (IB28/E05)