Lewat Film Abacadabra, Kita Bisa Nikmati Komedi Gelap Ala Faozan Rizal

Faozan Rizal bakal bikin heboh pecinta film tanah air lewat film terbarunya, Abracadabra.

Lewat Film Abacadabra, Kita Bisa Nikmati Komedi Gelap Ala Faozan Rizal
Film Abacadabra karya Faozan Rizal. (foto: Beritagar.com)

Inibaru.id - Produser film ternama, Ifa Isfansyah tengah disibukkan dengan berbagai proyek. Pria yang berasal dari Yogyakarta ini sedang menggarap dua film sekaligus, yakni film serius bertajuk The Wasted Land dan film anak-anak berjudul Cooking Camp yang merupakan film komersial. Tak hanya itu, ada satu film lagi yang harus Ia produseri, yakni film bergenre komedi gelap berjudul Abracadabra.

Saat penggarapan The Wasted Land Ia percayakan pada sutradara Eddie Cahyono, maka film Abracadabra yang dibintangi oleh aktor papan atas Reza Rahadian ini akan digarap oleh sutradara muda Faozan Rizal. Dalam konferensi pers PopCon Asia 2017 yang diadakan di Hotel Sultan pada Rabu, 2 Agustus 2017 lalu di Jakarta, Ifa menjelaskan penunjukkannya pada Faozan Rizal yang didasari oleh perspektif Faozan yang cukup menarik saat menyutradarai sebuah film.

Sebelum menjadi sutradara, Faozan dikenal sebagai sinematografer untuk proyek-proyek eksperimental. Namun, tatkala diserahi tugas untuk menyutradarai sebuah film, tepatnya Habibie dan Ainun, film ini langsung booming di pasaran. Film yang dibintangi oleh Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari ini ditonton oleh lebih dari 4,5 juta pasang mata sehingga menjadikannya sebagai film lokal terlaris.

Faozan yang merupakan lulusan sinematografi dari Institut Kesenian Jakarta ini mengawali kariernya di dunia perfilman tanah air sebagai penata kamera. Saat masih menjadi penata kamera ini, ia terlibat dalam film-film yang cukup sukses seperti Banyu Biru, Get Married, Ayat-Ayat Cinta, dan yang terbaru adalah Kartini. Setelahnya, Ia mencoba jalur sutradara saat menggarap trilogy film Yasujiro Journey, Aries, a Poem for Katia, dan Fugu. Film-film yang terbit pada tahun 2004 dan 2009 ini sendiri adalah proyek ekspreimental yang ditujukan untuk keperluan festival, bukan untuk tayang di bioskop.

Berbagai keberhasilan proyek ini membuat Ifa kagum dengan kemampuan Faozan yang bisa mengerjakan proyek eksperimental dan film komersial sama baiknya. Karena alasan inilah Ifa menganggapnya sebagai orang yang tepat untuk menggarap film Abracadabra yang memiliki kedua sisi tersebut.

Film ini sendiri akan mulai melakukan pengambilan gambar sekitar bulan Maret tahun 2018. Diharapkan, pada tahun berikutnya, film ini sudah bisa dirilis. Untuk saat ini, Ifa dan timnya masih mengembangkan penulisan naskah.

Cukup banyak orang yang menganggap film Abracadabra sebagai proyek yang sedikit nyentrik. Film ini sendiri akan menceritakan kisah seorang pesulap yang mulai kehilangan gairah di dunia sulap. Sang pesulap yang bernama Lukman ini berencana untuk pensiun dengan cara memamerkan aksinya untuk terakhir kalinya dengan mengundang penonton sekaligus kolega sesama pesulap. Pada awalnya, Ia ingin menggagalkan triknya sendiri agar semua orang sadar bahwa sulap hanyalah tentang manipulasi logika atau tipuan kecepatan tangan. Sayangnya, saat seorang anak mengajukan diri sebagai peserta salah satu triknya dan masuk ke dalam kotak penghilang, anak ini benar-benar hilang dan memicu kebingungan luar biasa.

Dengan alur cerita yang tidak biasa ini, cukup banyak insan pecinta film yang tidak sabar menunggu datangnya film yang diproduksi oleh Fourcolours Films ini. (AS/IB)