Komponis dan Budayawan Islam Jadi Maestro Indonesia

Pengaruh C Simanjuntak dalam dunia penciptaan lagu negeri ini, dan Cak Nur dalam dunia Islam Nusantara menjadikan keduanya Maestro Indonesia.

Komponis dan Budayawan Islam Jadi Maestro Indonesia
Peluncuran Film ''Web-Series Maestro Indonesia 2017'', Cornel Simanjuntak dan Nurcholis Madjid (PT Pembangunan Jaya)

Inibaru.id – Duet produser dan sutradara Miles Films, Mira Lesmana-Riri Riza kembali merilis film dokumenter web-series Maestro Indonesia. Peluncuran perdana dilakukan di Bintaro Jaya Xchange Mall pada 28 Oktober lalu.

Dalam film dokumenter berdurasi 15 menit, maestro Indonesia yang diangkat kali ini adalah komponis Cornel Simanjuntak (C Simanjuntak) dan budayawan Islam Nurcholish Madjid atau juga dikenal dengan nama Cak Nur.

Dilansir dari Kompas, Kamis (2/11/2017), dua film tersebut kini sudah bisa ditonton langsung di kanal Youtube kepunyaan Pembangunan Jaya.

C Simanjuntak sejauh ini dikenal sebagai penulis lagu. Pria kelahiran Pematang Siantar tahun 1921 itu populer dengan karya-kaya patriotik, seperti “Maju Tak Gentar” dan “Sorak-Sorak Bergembira”.

Baca juga:
Sutradara Italia Dokumentasikan Kehidupan Pesantren
Hujan Bulan Juni: Perjalanan Puisi Ke Gambar Hidup

Dalam film ini, salah satu cerita yang diangkat adalah ketika C Simanjuntak mengkritik cara menyanyi massa pada 19 Agutus 1945 ketika lagu "Indonesia Raya" dibawakan selepas pidato.

"Cornel kaget. Lo, kok enggak kompak. Dia pikir, pasti ada yang salah. Pertama, orang Indonesia baru kenal 5 tangga nada, bukan 7 tangga nada. Nah, dengan lagu mars Cornel, orang sampai ke puncak gunung di Indonesia belajar 7 tangga nada," ujar sejarawan Hesri Setiawan, narasumber dalam film.

Sementara itu, dalam dokumenter tentang Cak Nur, sosok ini disebut sebagai tokoh pembaruan pemikiran dan gerakan Islam di Indonesia. Ia digambarkan dalam film mampu memberi penekanan pada kehidupan agama di masa depan yang berorientasi pada pendidikan dan keislaman plural.

Baca juga:
14 Film Nasional yang Dirilis November
Totalitas Ratusan Cosplayer dalam Film “Love Reborn”

"Nurcholish Madjid adalah sosok yang sangat unik dibandingkan tokoh-tokoh Muslim di Indonesia lainnya. Dia punya suatu kombinasi dua ide besar yang disebut dengan traditionalism Islam dan modernism Islam," ujar Budhy Munawar-Rachman, cendekiawan Muslim, dalam film tersebut.  

Pada 2016 lalu, dua sosok terkenal Tanah Air juga telah diangkat ke dalam layar dokumenter Maestro Indonesia. Keduanya adalah tokoh sastra Chairil Anwar dan arsitektur Soejoedi Wirjoatmodjo.

Tak berbeda dengan tahun lalu,  web-series Maestro Indonesia kali ini juga dinarasikan oleh aktor Nicholas Saputra. Adapun untuk tokoh yang diangkat, ada tim kurator yang memilihnya. Tim itu diketuai Goenawan Mohamad. (GIL/SA)