Kenapa Film “Ziarah” Perlu Ditonton?

Ceritanya sederhana tapi temanya makjleb. Ada kejutan di dalam cerita film yang mengharu-biru penonton.

Kenapa Film “Ziarah” Perlu Ditonton?
Adegan dalam film “Ziarah” (brilio.net)

Inibaru.id- Beberapa penghargaan dan sambutan bagus setiap ditayangkan dalam perhelatan festival,  lebih-lebih dari kalangan publik internasional menegaskan kualiyas film garapan BW Purba itu.

Film itu berkisah tentang Mbah Sri, yang harus melanglang buana, menyusuri bukit hingga pelosok desa hanya demi menemukan makam suaminya, Prawiro Sahid. Cita-cita Mbah Sri hanyalah ingin dimakamkan di samping makam sang suami. Sederhana tapi mengharu biru.

Baca juga: Tepuk Tangan untuk "Ziarah" di Tokyo

Mengutip Firda Olivia dalam brilio.net (16 Mei 2017), berikut alasan kenapa filmini sangat penting dan perlu ditonton.

1. Keunikan Karakter Tokoh Utama

Pemain utama dalam film ini adalah Mbah Sri yang diperankan oleh Ponco Sutiyem. Nenek berusia 95 tahun ini bukan aktris melainkan perempuan petani asli Gunung Kidul yang dipilih sendiri oleh BW untuk memerankan Mbah Sri.

"Kami berkunjung dari rumah ke rumah, mencari tokoh yang tepat untuk memerankan Mbah Sri, dan akhirnya ketemulah dengan Mbah Ponco Sutiyem," ungkap BW Purba saat pemutaran perdananya di Gunung Kidul.

Adapun pemeran lainnya yang bermain dalam  film Ziarah antara lain Rukman Rosidi, dalang Wayang Kancil Ledjar Subroto, hingga sutradara ternama, Hanung Bramantyo.

2. Kisah tentang Orang Tua

Ziarah berfokus pada cerita Mbah Sri yang menelusuri Gunung Kidul sendirian untuk mencari makam suaminya yang diduga tewas pada Agresi Militer Belanda II pada 1948. Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan saksi-saksi sejarah masa lalu saat para pahlawan turut berperang melawan penjajah.

Mbah Sri yang masih belum bisa melupakan sang suami itu berkeinginan dimakamkan di samping makam suaminya bila dia meninggal. Meski pada akhirnya ia harus pasrah dan berbesar hati.

“Pesan dari film ini kan untuk mengajak para penonton agar bisa berdamai dengan masa lalunya, karena kalau selalu tenggelam dalam masa lalu (seperti Mbah Sri), tidak akan ada gunanya, jadi kita harus bisa berdamai," kata BW.

3. Terinspirasi dari Tragedi Tsunami Aceh 2004

BW mengaku bahwa ia terinspirasi untuk membuat film ini dari pengalamannya menjadi sukarelawan ketika ia membantu para korban Tsunami Aceh.

"Inspirasinya banyak saya dapat dari Tsunami Aceh dulu yang sangat membekas di hati saya. Saat Tsunami Aceh dulu saya bertemu dengan banyak orang yang bisa berdamai dengan itu. Saya juga banyak bertemu dengan orang  tua yang bisa bercerita lancar tentang masa lalunya," ungkap BW.

4. Penghargaan Domestik dan Internasional

Film Ziarah sudah meraih beberapa penghargaan, di antaranya Film Terbaik di Salamindanaw Film Festival 2016, Skenario Terbaik versi Majalah Tempo 2016, Nominasi Penulis Skenario di Festival Film Indonesia 2016, Nominasi Film Terbaik di Apresiasi Film Indonesia 2016 dan Kompetisi Film di Jogja Netpac Asian Film Festival 2016.

Selain itu dalam event ASEAN International Film Festival and Awards (AIFFA) 2017 yang diselenggarakan di Hotel Pullman, Kuching, Serawak, Malaysia, Sabtu, 6 Mei lalu, Ziarah mendapatkan penghargaan Best Screenplay dan Special Jury Award.

Penghargaan Special Jury Award diraih Mbah Ponco Sutiyem, yang dinilai luar biasa dalam memerankan Mbah Sri.

"Saya merasa senang sekali (mendapatkan penghargaan), kalau ditawari lagi ya saya minta persetujuan anak sama cucu saya dulu," ucap Ponco Sutiyem sambil tersenyum.

Baca juga: Tak Nonton "Wage, “Youth Zaman Now” Bakal Rugi

5. Cerita Mengalir dengan Plot Twist yang Mengejutkan

Cerita film ini memang sederhana dan memiliki plot yang mengalir dari awal cerita. Namun ada kenyataan pahit yang harus diterima oleh Mbah Sri dan membuatnya terkejut. Bukan hanya Mbah Sri saja, tapi dijamin penonton juga bakal dibikin terbengong-bengong karena plot twist tadi.

Penasaran? Tonton deh! (EBC/SA)