Hujan Bulan Juni: Perjalanan Puisi Ke Gambar Hidup

Tak mudah bikin film dari puisi dan novel. Sutradara “Hujan Bulan Juni” dimudahkan oleh keleluasaan yang diberikan oleh Sapardi Djoko Damono, penulis puisi dan novel.

Hujan Bulan Juni: Perjalanan Puisi Ke Gambar Hidup Perlihatkan Gambar
“Hujan Bulan Juni”. (Youtube Starvision Plus/Metrotvnews.com)

Inibaru.id- Film Hujan Bulan Juni tayang November ini. Itu film hasil adaptasi dari novel berjudul sama yang juga berasal dari sebuah sajak berjudul sama karya Sapardi Djoko Darmono.

Dari puisi ke novel, lalu ke film, itulah yang diakui Hestu Saputra sebagai sutradara film tersebut sebagai hal yang cukup berat seperti dilansir JPNN.com (31/10/2017).

Baca juga: “Hujan Bulan Juni”, Tak Semata Kisah Romantis

Hestu dituntut menerjemahkan puisi dan novel karya Sapardi Djoko Damono yang sudah sangat terkenal menjadi sajian film yang menyenangkan.

"Kemudahan dan poin besarnya dalam hal ini yakni kami di-support Pak Sapardi. Dia membebaskan kami untuk mengalihwahanakann karyanya jadi film," kata Hestu.

Berbagai komunikasi dilakukan Hestu Saputra dengan Sapardi Djoko Darmono. Dia menanyakan konten penting dari puisi atau novel yang harus dimasukkan ke dalam film. Meski demikian, tidak ada intervensi di antara keduanya. Sapardi bahkan membebaskan Hestu untuk mengembangkannya.

 "Enggak ada intervensi karena beliau percaya film punya wahana sendiri. Makanya saya bikin agar orang bisa menikmati puisi lewat film," ucapnya. "Kami masukkan 9 puisi, termasuk judul populer ‘Aku Ingin Mencintaimu’. Pokoknya puitis tapi tetap bisa dinikmati."

Naskah film Hujan Bulan Juni ditulis oleh Titien Wattimena. Menurut Hestu, pengerjaan naskah berlangsung selama satu tahun. Sementara syuting berlangsung satu bulan. Pengambilan dilakukan seminggu di Jepang, Manado selama 17 hari, dan selebihnya di Jakarta.

"Kami juga syuting karena Sakura penting dalam karakter Pinkan. Jadi harus di Jepang," jelasnya.

Hujan Bulan Juni mengisahkan hidup Pingkan (Velove Vexia) yang merupakan gadis campuran Manado dan Jawa. Dia menjalin hubungan tanpa status dengan pria Jawa bernama Sarwono (Adipati Dolken).

Baca juga: Tak Nonton "Wage, “Youth Zaman Now” Bakal Rugi

Polemik muncul saat Pingkan yang merupakan dosen muda Sastra Jepang di Universitas Indonesia mendapatkan tugas belajar ke Negeri Sakura. Dia ditemani Katsuo (Koutaro Kakimoto), orang asal Jepang yang belajar di Indonesia. Sarwono “merana” atas kepergian Pingkan.

Selain pemain di atas, Hujan Bulan Juni juga dibintangi Baim Wong, Ira Wibowo, Sundari Soekotjo, Jajang C Noer, Sapardi, dan lainnya. Perlu diketahui, Hujan Bulan Juni mulai tayang pada 2 November 2017 mendatang di seluruh bioskop Tanah Air. (EBC/SA)