Hebat, Film Pendek Asli Indonesia Ini Jadi Karya Kelas Dunia

Bosan dengan film-film berdurasi panjang? Cobalah menikmati film pendek karya anak bangsa yang tak kalah menariknya ini.

Hebat, Film Pendek Asli Indonesia Ini Jadi Karya Kelas Dunia
Salah satu adegan di film "Prenjak" (SEAneorealism)

Inibaru.id - Banyak orang yang berpikir bahwa film pendek cukup mudah untuk dibuat. Padahal, film pendek adalah film yang paling kompleks. Dengan durasi yang sangat singkat, pembuat film pendek harus memastikan pesannya bisa tersampaikan dan alur ceritanya menarik untuk ditonton.

Di Indonesia, cukup banyak film pendek yang ternyata sudah diakui sebagai karya kelas dunia. Film-film ini bahkan berhasil memenangkan berbagai penghargaan di ajang film internasional. Apa sajakah film tersebut?

Baca juga: Film Kita “Ini Kisah Tiga Dara” Mendunia

Prenjak

FIim Prenjak (Foto: Muvila)

Film ini sempat membuat heboh pencinta film tanah air karena memenangkan Leica Cine Discovery Prize di salah satu ajang paling bergengsi di seluruh dunia, Festival Film Cannes 2016. Karya Wregas Bhanutedja ini berhasil mengalahkan 10 film lain dari berbagai negara di ajang ini.

Little Sister’s Chalk

Film Little Sister's Chalk (Foto Youtube)

Film yang juga dikenal dengan judul Kapur Ade ini digarap oleh Firman Widyasmara. Film dengan durasi lima menit ini berhasil memenangkan Gold Award di Viddsee Juree Awards 2016, ajang kompetisi film pendek Asia untuk berbagai macam genre baik itu fiksi, dokumenter, atau animasi. Film ini menceritakan kisah kakak-beradik yang bisa tetap asyik bermain meski hidup di tengah kesumpekan kota besar. Ide yang sederhana inilah yang justru berhasil membuat juri ajang film ini terkesima.

Of The Dancing Leaves

Film Of The Dancing Leaves (Foto: Youtube)

Film ini ternyata juga bersaing besama dengan film Little Sister’s Chalk dalam ajang Viddsee Juree Awards 2016. Bedanya, film garapan BW Purba Negara ini mendapatkan Silver Awards. Film yang juga memiliki judul lain Digdaya ing Bebaya ini dianggap memiliki penuturan cerita yang sangat menarik.

Baca juga: Berharap pada "Turah" untuk Raih Oscar 2018

Udin Telekomsel

Film Udin Telekomsel (Foto Youtube)

Film karya Rein Mayshaelson ini mendapatkan Honorable Mention Award di ajang Viddsee Juree Award 2016 karena memiliki cerita yang unik dan sangat menghibur.

Some Night

Film Some Night (Foto: CG Meetup)

Film animasi CGI ini dibuat oleh Yuditya Afandi yang masih berstatus siswa SMKN 2 Bawang, Banjarnegara, Jawa Tengah. Film ini termasuk dalam film yang ditayangkan oleh channel CGBros di Youtube yang dikenal luas menampilkan karya 3D CGI berkualitas dari seluruh dunia. Meskipun hanya berdurasi 57 detik, film ini memiliki ide cerita yang sangat menarik.

Rotasi

Film Rotasi (Foto: Youtube)

Film buatan sekelompok mahasiswa dari Malang, Jawa Timur ini berhasil menarik perhatian para juri dalam ajang The 5 Minutes Video Challenge, salah satunya adalah sutradara kondang Joko Anwar. Film ini berhasil mengalahkan 250 film lain dan akhirnya mewakili Indonesia di ajang The 5 Minutes Video Challenge International. Yang luar biasa adalah, film ini juga menjadi juara pertama dan mengalahkan film-film lain dari negara Australia, Singapura, Tanzania, Filipina, dan negara lainnya. (AW/SA)