Film The Seen and Unseen dari Indonesia Dapat Aplaus di Toronto

Memang bukan kali pertama ini film Indonesia disambut hangat di Festival Film Toronto. Tapi film ini disebut “yang terpanas”.

378
View
Komentar

Inibaru.id - Film The Seen and Unseen karya anak bangsa berhasil menarik perhatian di festival film bergengsi internasional, tepatnya di Toronto International Film Festival (TIFF) 2017. Film yang berkisah tentang dua anak kembar buncing dari Bali bernama Tantri dan Tantra yang kerap mengalami kejadian yang mencengangkan ini dijadikan pilihan CEO TIFF, Piers Handling, sebagai salah satu film terpanas pada festival tahun ini. Bahkan, Handling sampai memberikan sambutan pembuka sebelum penayangan film ini.

“Kali pertama saya menonton film ini, saya sangat terkesima dengan sensitivasnya dalam memahami dunia anak-anak. Film ini menghadirkan imajinasi, kreativitas sinema, kesederhanaan, sekaligus hal-hal magis di dalamnya,” sebagaimana dikutip dari Good News From Indonesia (GNFI) (15/7).

Baca juga: Silariang; Drama Cinta Tanpa Restu Bercitarasa Budaya Bugis dan Wisata Sulsel

Karena mendapatkan predikat film “terpanas”, otomatis film The Seen and Unseen langsung menarik perhatian banyak pencinta film yang mendatangi festival ini. Bahkan, kedua pemeran cilik dari film ini, Gus Sena (13) dan Thaly Titi Kasih (12), menjadi idola baru pada festival yang juga dulu sempat memopulerkan film The Raid.

Dalam sesi tanya jawab yang dilakukan setelah pemutaran film, para penonton dengan antusias memberikan pertanyaan pada kedua aktor dan aktris cilik tersebut, khususnya tentang bagaimana mereka berlatih dan mempersiapkan diri sehingga bisa memberikan penampilan yang sangat memukau.

Sang sutradara, Kamila Andini, menyebut Sena dan Thaly sebagai talenta langka yang sangat sulit ditemukan. Kamila mengaku bahwa dirinya baru menemukan keduanya di saat akhir proses casting, tak lama sebelum proses pengambilan gambar dilakukan. Sulitnya mencari aktor dan aktris yang sesuai dengan kriterianya karena memang ia membutuhkan anak yang mampu berakting dengan bagus, simpatik, sekaligus mau berakting dengan kondisi yang menantang. Dan, kedua pemeran cilik itu memenuhi semua kriteria.

Baca juga: Dua Film Inspiratif Ini Raih Penghargaan di Hong Kong

Film The Seen and Unseen ini menggambarkan manusia Indonesia melalui perspektif budaya Bali.

“Bali dalam hal ini adalah tempat yang kesakralannya masih bisa dirasakan dalam keseharian. Sekala Niskala (The Seen and Unseen) adalah filosofi yang mereka percayai dalam hidup; hidup selaras dengan semua yang terlihat dan juga tidak terlihat. Konsep ini sangat mendefinisikan Asia dalam pandangan saya,” begitu penjelasan Kamila tentang karyanya.

Ayu Laksmi, pemeran ibu dari Tantri dan Tantra menyebut film ini mampu menggambarkan kematian sebagai sesuatu yang indah layaknya kehidupan. Ia pun menganggap peran yang ia lakoni sangat menantang karena harus menjadi ibu yang tetap tegar dan tenang meskipun anaknya mengalami kematian.

Penasaran dengan film The Seen and Unseen ini? Anda harus sedikit bersabar karena film ini baru akan memeriahkan bioskop tanah air pada awal 2008. (AW/SA)