Tahap Pertama, 31.255 Nakes Jawa Tengah Bakal Disuntik Vaksin Covid-19

Tahap Pertama, 31.255 Nakes Jawa Tengah Bakal Disuntik Vaksin Covid-19
Vaksin Sinovac yang sudah tiba di Jawa Tengah. (Humas Pemprov)

Pemprov Jateng mengumumkan sebanyak 31.255 nakes bakal mendapatkan vaksinasi Covid-19 pada tahap pertama. Bukan cuma nakes, para petugas penunjang medis juga diprioritaskan.

Inibaru.id - Kepastian jumlah kuota tenaga kesehatan yang akan mendapat vaksin akhirnya diumumkan oleh Pemprov Jateng. Nantinya sebanyak 31.255 nakes akan menjadi sasaran vaksinasi Covd-19 tahap pertama.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto pada press conference yang dilaksanakan pada Senin (4/1/2020). Nggak hanya tenaga medis, petugas penunjang lain seperti sopir ambulans sampai petugas pemularasan jenazah juga kebagian vaksin pada 14 Januari nanti.

Kendati demikian, Yulianto menggarisbawahi nggak semua nakes dan karyawan penunjang medis bisa mendapat vaksin Sinovac ini. Pasalnya, ada sejumlah pantangan.

"Mereka yang tidak boleh divaksin adalah berusia di atas 59 tahun, memiliki komorbid seperti diabetes, jantung, dan lainnya serta pernah terinveksi Covid-19. Vaksin ini juga tidak boleh disuntikkan pada wanita hamil atau menyusui," terangnya.

Petugas ambulance pun akan mendapat vaksin. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)<br>
Petugas ambulance pun akan mendapat vaksin. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Seperti yang dilaporkan sebelumnya, sebanyak 62.520 dosis vaksin Sinovac yang tiba di Jateng akan didistribusikan ke seluruh Kabupaten/Kota. Dosis yang diterima masing-masing Kabupaten/Kota nggak sama.

Yulianto menggambarkan, misalnya Kota Semarang tahap awal ini akan dapat 5.450 dosis, dan Solo mendapat 4.364 dosis. Sementara untuk daerah lain, pihaknya masih akan melakukan finalisasi.

Meski begitu, Yulianto meminta masyarakat tenang karena vaksin yang datang saat ini baru tahap pertama. Nantinya, sebanyak 23,3 juta warga Jateng akan mendapatkan vaksin Covid-19 dari pemerintah.

"Jadi ada beberapa tahap nantinya, Jateng secara sasaran ada 23,3 juta masyarakat yang divaksin. Itu lebih dari 70 persen jumlah penduduk di Jateng, sehingga kalau itu bisa dilaksanakan maka herd immunity bisa tercapai," jelasnya.

Terkait proses vaksinasi, nantinya seluruh Puskesmas di Jateng yakni 878 dan 316 rumah sakit akan menjadi tempat pelaksanaan vaksinasi. Beberapa klinik swasta juga akan digandeng untuk pelaksanaan vaksinasi itu, dengan syarat tertentu.

"Untuk vaksinator, sudah kami siapkan dan kami latih. Vaksinasi tahap pertama ini, ada 2.785 petugas yang sudah dilatih. Sementara tahap kedua sudah ada 6.317 vaksinator dan akan terus berjalan," terangnya.

Vaksin yang tiba di Jawa Tengah telah di simpan di dalam ruangan dengan suhu yang sesuai standar. (Humas Pemprov)<br>
Vaksin yang tiba di Jawa Tengah telah di simpan di dalam ruangan dengan suhu yang sesuai standar. (Humas Pemprov)

Vaksin Sudah Teruji, Masyarakat Nggak Perlu Khawatir 

Nggak lupa Yulianto juga meyakinkan masyarakat jika vaksin ini keamanannya sudah terjamin. Sebab dari segi efektivitas sudah teruji secara klinis. Kehalalannya pun sudah terjamin.

Terkait vaksin, Pemprov Jateng juga berpesan kepada masyarakat agar jangan mudah terpengaruh berita hoaks. 

Hal itu disampaikan Ganjar, usai menghadiri acara peluncuran Bantuan Tunai Se-Indonesia oleh Presiden Joko Widodo secara daring, di Ruang Rapat Kantor Pemprov Jateng, Senin (4/1). Ganjar meminta masyarakat mengikuti ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

“Terkait dengan vaksin, sudah ikuti saja ketentuan dari pemerintah. Bahkan tadi kita dengan DPRD lagi bicara, bahkan juga dengan Majelis Ulama Indonesia. Malah yang menarik dari MUI Jateng, itu meminta tolong dong para kiai diprioritaskan,” ucap Ganjar.

Semoga vaksin Covid-19 ini segera merata dan jangan mudah percaya berita hoaks ya, Millens. (IB28/E05)