Pasar Tradisional di Semarang: Wajib Pakai Masker, tapi Sulit Jaga Jarak

Pasar Tradisional di Semarang: Wajib Pakai Masker, tapi Sulit Jaga Jarak
Warga berjalan memakai masker di area pasar tradisional yang ada di pusat Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (16/12/2020). Hampir seluruh warga di sini disiplin pakai masker. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Pasar tradisional menjadi salah satu lokasi yang berpotensi menciptakan klaster Covid-19. Namun, demi perputaran ekonomi, aktivitas di tempat tersebut nggak mungkin dihentikan. Di Kota Semarang, pengunjung dan pedagang wajib mengenakan masker. Namun, sangat sulit menjaga jarak.

Inibaru.id - Sudah menjadi rahasia umum kalau pasar tradisional punya potensi besar menjadi klaster Covid-19, nggak terkecuali di berbagai pasar yang ada di Kota Semarang. Pasar nggak mungkin ditutup lantaran menjadi ladang orang-orang mencari penghidupan.

Namun, pasar ibarat bom waktu di tengah pandemi, yang setiap saat bisa meledak dan menyebabkan klaster baru dengan penyebaran yang masif dan sulit di-tracing.

Upaya melindungi pedagang dan pengunjung memang telah dilakukan, antara lain dengan mencuci tangan dan mengenakan masker. Kendati demikian, anjuran hanyalah imbauan yang kadang diabaikan orang. Nggak sedikit yang begitu di dalam pasar mulai menurunkan masker ke dagu atau bahkan melepasnya. 

Oya, satu lagi, sangat sulit untuk menjaga jarak saat kita berada di dalam pasar, apalagi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru yang agaknya bakal membikin pasar kian dipadati pengunjung. (Triawanda Tirta Aditya/E03)

Pedagang ikan memakai masker di area pasar tradisional yang ada di salah satu sudut di Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (16/12/2020). Pasar ini sempat menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Pedagang menurunkan masker ke area dagu di area pasar tradisional yang ada di pusat Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (16/12/2020). (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)