Menikah di Tengah Pandemi, Protokol Kesehatan Tetap Jadi 'Koentji'

Menikah di Tengah Pandemi, Protokol Kesehatan Tetap Jadi 'Koentji'
Pengantin pria dan wanita di Kota Semarang tetap menikah meski pandemi Covid-19 belum selesai, Minggu (8/11/2020). Namun pernikahan ini nggak lupa menerapkan protokol kesehatan yang ketat. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Pandemi Covid-19 memang belum usai, namun nggak berarti kamu dilarang nikah. Kini pernikahan dikemas dengan adaptasi kebiasaan baru, yuk intip jalanya pernikahan di tengah wabah Covid-19.

Inibaru.id - Hampir setahun pandemi Covid-19 menghantui masyarakat di seluruh dunia. Sebagian negara sudah mulai pulih dan vaksin juga telah ditemukan, membuat rutinitas kembali berjalan seperti semula. Bagaimana dengan Indonesia?

Di Tanah Air, Covid-19 belum benar-benar bisa dikendalikan. Namun, kehidupan yang harus tetap berjalan membuat sebagian orang memilih berdamai dengan wabah yang menyerang saluran pernapasan tersebut, salah satunya dengan tetap menggelar upacara pernikahan.

Protokol kesehatan yang ketat selama upacara menjadi cara masyarakat berdamai dengan pandemi. Penggunaan masker menjadi persyaratan mutlak, termasuk untuk kedua mempelai. Selain itu, ada pengecekan suhu, sterilisasi ruangan, pembatasan tamu undangan. (Triawanda Tirta Aditya/E03)

Mempelai perempuan dan pendampingnya wajib menggunakan masker dan mencuci tangan sebelum memasuki panggung utama. Jangan sampai mereka lalai, karena risiko penularan Covid-19 masih nyata. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Semua orang yang datang ke acara perniakahan dibatasi oleh KUA. Hanya keluarga inti dan kerabat dekat saja yang dibolehkan hadir, mereka juga diwajibkan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)