FGD MPR-RI di Semarang Fokus Bahas Kebangkitan Pariwisata di Tengah Pandemi

FGD MPR-RI di Semarang Fokus Bahas Kebangkitan Pariwisata di Tengah Pandemi
Wakil ketua MPR RI, Lestari Moerdijat memimpin FGD, membahas persoalan pariwisata nasional. (Inibaru.id/Ike Purwaningsih)

Adanya pandemi Covid-19 membuat sektor pariwisata Indonesia terpuruk. Tak ingin berlarut-larut, MPR RI segera menyusun strategi dan sinergi baru dengan berbagai pihak untuk membangkitkan lagi geliat pariwisata nasional. Seperti apa langkah konkretnya?

Inibaru.id – Industri pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling terdampak dengan adanya Covid-19. Untuk mengurai persoalan tersebut MPR RI menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Pariwisata dalam Pandemi: Wisatawan Lokal sebagai Tiang Bangsa”.

Digelar di Universitas Semarang (USM), Kamis (19/11/2020) pukul 10.00 WIB, acara tersebut dihadiri oleh sekitar 20 peserta mulai dari anggota MPR RI, para pakar, tokoh masyarakat, pegiat masyarakat, akademisi, hingga awak media (pers).

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyampaikan bahwa Covid-19 memberikan dampak yang luar biasa terhadap perekonomian industri pariwisata nasional. Salah satunya terkait adanya pembatasan mobilitas.

Perempuan yang akrab disapa Rerie itu juga menyampaikan, berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, total kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia per September 2020 berjumlah 153.498 atau mengalami penurunan sebesar 88,95 persen jika dibandingkan dengan September 2019 yang berjumlah 1.388.719 kunjungan.

Rerie berharap menurunnya kedatangan wisatawan mancanegara bisa digantikan dengan peningkatan jumlah wisatawan domestik.

“Hal itu diharapkan bisa mempercepat pemulihan perekonomian sektor pariwisata Indonesia. Apalagi setelah adanya kelonggaran untuk berwisata bagi masyarakat,” ujar Rerie. “Untuk itu perlu dukungan banyak pihak untuk bersinergi mengoptimalkan promosi objek wisata dan penerapan protokol kesehatan untuk mendorong wisatawan domestik agar lebih tertarik berkunjung ke objek wisata daerah.”

Ya, industri pariwisata Indonesia harus bangkit. Pasalnya, industri pariwisata berpengaruh besar terhadap geliat perekonomian nasional karena bidang ini sangat berkaitan dengan sejumlah kegiatan ekonomi lain yang melibatkan banyak tenaga kerja, baik itu industri kerajinan, kuliner, maupun perhotelan.

Perubahan fokus pemerintah kepada wisatawan domestik tentu saja menjadi tantangan baru sekaligus peluang baru bagi para pelaku pariwisata.

"Akan banyak model baru dalam pengembangan pariwisata berdasarkan cara pandang baru di masa pandemi," tutur Rerie.

Apresiasi Kepedulian MPR

FGD yang diadakan di Universitas Semarang diikuti oleh sekitar 20 peserta dari berbagai macam pihak. (Inibaru.id/Ike Purwaningsih)
FGD yang diadakan di Universitas Semarang diikuti oleh sekitar 20 peserta dari berbagai macam pihak. (Inibaru.id/Ike Purwaningsih)

M Yogi Fajri, salah seorang peserta FGD cum CEO Bersukaria Tour menyampaikan apresiasinya terhadap kepedulian MPR kepada para pelaku usaha pariwisata yang sangat terpuruk kala pandemi ini.

“Data-data yang mereka kumpulkan cukup lengkap. Dan seharusnya hal itu bisa menjadi acuan untuk mengadvokasi ke pihak eksekutif agar segera bergerak menyelamatkan sektor pariwisata,” terang laki-laki yang akrab disapa Yogi itu.

Yogi berharap ada aksi konkret. Salah satunya bisa dengan cara memantau mana-mana saja pelaku usaha pariwisata yang tetap konsisten berkegiatan dan sesuai protokol.

“Selain itu juga akan menarik jika pemerintah bisa memiliki program fasilitasi dan pendampingan bagi para pelaku usaha pariwisata dengan prasyarat yang mudah,” pungkasnya. (IB01/E03)