Benar Nggak Sih Tes Swab Bisa Merusak Otak?

Benar Nggak Sih Tes Swab Bisa Merusak Otak?
Ilustrasi - Ada anggapan tes swab bisa merusak otak. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Ada anggapan bahwa batang pengusap tes swab bisa mencapai otak dan memicu kerusakan. Apakah kabar ini memang sesuai dengan fakta medis?

Inibaru.id – Ada banyak sekali mitos dan berita hoaks terkait dengan Covid-19. Belakangan, ada kabar yang bahkan menyebut tes swab yang dilakukan di hidung bisa memicu kerusakan pada otak. Apakah kabar ini memang benar?

Sejumlah orang yang pernah melakukan tes swab mengaku merasakan sensasi digelitiki yang terasa seperti sampai ke otak. Tapi menurut pakar kesehatan, hal ini bukan berarti bahwa peralatan tes swab benar-benar mencapai otak.

Batang pengusap tes swab disebut-sebut bisa mencapai otak. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Batang pengusap tes swab disebut-sebut bisa mencapai otak. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Memang, tes swab bisa memberikan sensasi kurang nyaman. Ada yang bahkan mengalami sensasi seperti kemasukan air saat berenang usai melakukannya. Meski terlihat kurang aman, para ahli memastikan bahwa prosedur ini sudah dilakukan selama puluhan tahun dan dijamin keamanannya.

Dalam kabar yang beredar di media sosial dan aplikasi perpesanan, disebutkan bahwa alat pengambil sampel berupa batang yang dimasukkan hingga ke bagian dalam rongga belakang hidung bisa membahayakan bagian otak bernama Sawar Darah Otak. Bagian ini disebut-sebut berupa membran yang memisahkan sirkulasi darah, sistem saraf pusat, serta cairan otak.

Meski pesan yang beredar di media sosial terkesan sangat meyakinkan, pakar kesehatan memastikan bahwa kabar tersebut hanyalah hoaks belaka. Dr Anton Sony Wibisono yang berasal dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menjamin tes swab nggak berbahaya. Ahli bidang Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) tersebut menyebut tes swab aman karena dilakukan hingga ke bagian nasofaring saja.

Tes swab dipastikan aman untuk dilakukan. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Tes swab dipastikan aman untuk dilakukan. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Meski batang pengusap bisa masuk hingga ke dalam rongga hidung, hal ini nggak akan menyebabkan kerusakan otak. Pengecualian bisa terjadi jika seseorang memang mengalami masalah kesehatan lain seperti tumor atau adanya dinding dasar otak yang sudah pecah sebelumnya. Meski begitu, hal ini sangat-sangat jarang terjadi.

Dr Anton juga memastikan bahwa kabar yang beredar bahwa tes swab bisa merusak otak nggak sesuai dengan dasar ilmiah. Tes ini dilakukan dengan cepat dan ditujukan untuk mengambil sampel lendir saja, nggak sampai mengambil hal-hal lainnya.

Melihat fakta ini, jangan mudah percaya dengan kabar yang belum jelas tentang Covid-19 ya, Millens. Kalau memang ragu, tanya langsung ke ahlinya deh. (Boo/IB09/E05)