Kopi Arabika Ijen Raung Dongkrak PDRB Bondowoso

Kopi Arabika Ijen Raung Dongkrak PDRB Bondowoso
Kopi arabika Ijen Raung khas Bondowoso yang semakin meningkat. (Nusantaranews.com)

Kopi Arabika Ijen Raung khas Bondowoso menyuplai 38 persen dari total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Bondowoso nih, Millens. Bagaimana ceritanya ya?

Inibaru.id – Kopi Arabika Ijen Raung merupakan salah satu komoditas utama Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Itu sebabnya pemerintah Bondowoso sangat memperhatikan perkembangan kopi ini. Nggak heran bila 2017 lalu, komoditas kopi bisa menyuplai 38 persen dari total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bondowoso.

Sejak dikembangkan pemerintah Bondowoso pada 2010, hasil panen kopi Ijen Raung memang semakin meningkat. Jumlah lahan perkebunan kopi juga meningkat yakni mencapai 14 ribu hektare dengan total produksi sekitar 2.700 ton hingga 2016.

“Semenjak 2010 Pemkab Bondowoso berkomitmen kembangkan kopi, produktivitasnya naik pesat. Dari ekspor perdana tahun 2011 kirim 1 kontainer (17,6 ton), pada 2016 sudah naik jadi 43 kontainer (858,91 ton),” ujar Amin.

Amin menambahakan selain di Bondowoso, di kawasan Argopuro memiliki sekitar 800 hektare lahan kopi dengan jenis arabika. Total produksinya 250 ton dari 5 kelompok tani. Ladang-ladang kopi di Argopuro saat ini tersebar di kecamatan Pakem, Maesan, dan Grujugan.

Selain menjadi komoditas ekspor, Pemerintah Bondowoso juga menjadikan kopi Ijen Raung sebagai bagian dari pariwisata. Itu sebabnya, Bondowoso selalu menghadirkan kopi andalannya pada acara-acara besar seperti  deklarasi BRK pada Festival Kopi Nusantara 2016, Ijen Trail Running yang masuk agenda tahunan dari Asia Trail Running sejak 2015, Ijen Flying Fest (Festival Paralayang), serta Ijen Summer Jazz.

Berburu kopi khas Bondowoso. (Balispot.com)

Kopi Terbaik Indonesia

Kopi arabika Ijen Raung merupakan salah satu dari 16 kopi terbaik Indonesia versi Kementerian Pertanian. Kopi yang tumbuh di kawasan lereng Gunung Ijen dan Gunung Raung dengan ketinggian di atas 900 mdpl itu juga sudah memperoleh sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kementerian Hukum dan HAM sejak 10 September 2013.

Kopi ini memiliki cita rasa yang unik lo, yakni rasa asam jawa dan biji pahit. Kopi tersebut juga nggak begitu pekat. Lebih unik lagi karena kopi tersebut beraroma bebungaan khas hutan. Duh, sedap!

Nah, kalau kamu berkunjung atau lewat ke Bondowoso, jangan lupa mampir ke kedai kopi untuk mencicipi kopi Ijen Raung ya. (IB11/E04)