Berkumpulnya Para Pencinta Kopi di Unika Great Coffee

Kalau pencinta kopi, pebisnis kopi, dan petani kopi berkumpul dalam satu acara, keseruan apa yang tercipta? Tentu banyak cerita tentang kopi bertebaran, seperti yang terjadi di Unika Great Coffee. Seberapa seru?

Berkumpulnya Para Pencinta Kopi di Unika Great Coffee
Unika Great Coffee terlihat mulai ramai. (Inibaru.id/Mayang Istnaini)

Inibaru.id – Seorang pencinta kopi pernah bilang, panasnya kopi membuat pertemanan terus hangat, sedangkan pekatnya kopi bakal merekatkan hubungan tersebut. Petuah itu bukanlah isapan jempol belaka. Unika Great Coffee (UGC) telah membuktikannya. Apa itu?

UGC adalah sebuah acara khusus tentang kopi yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Peduli Pangan Indonesia (HMPPI) Unika Soegijapranata, Semarang. Digelar di Gedung Thomas Aquinas, Unika Soegijapranata belum lama ini, acara menarik tersebut mempertemukan para pencinta kopi, pemilik kedai kopi, dan petani kopi dalam satu tempat. Seru? Tentu saja! Hangat? Sudah pasti!

Baca juga:
Mengenal Karakter Kopi dari Tingkat Pemanggangannya
Etalase dan Laboratorium Kopi Bernama Lost in Coffee

Segala hal tentang kopi dibahas tuntas di sini. Acara dimulai dengan sebuah seminar bertemakan “From Seed to Cup: Learn More About Coffee”. Seminar ini diisi tiga pembicara yang mumpuni dalam bidang kopi. Mereka adalah petinggi Specialty Coffee Association of Indonesia Tuti H Mochtar. Sementara, dua pembicara lainnya adalah Haryo Kurniawan dan Titik Rachma. Keduanya merupakan pebisnis kopi.

Secara garis besar, seminar tersebut mengupas banyak hal terkait gimana cara mengolah kopi mulai dari penanaman hingga menjadi secangkir kopi nikmat. Hmm!

Selain seminar, ada pula lomba brewing kopi. Nggak hanya diikuti para barista profesional, lomba yang terdiri atas 36 peserta tersebut juga dimeriahkan para barista "amatir". Kendati berhadapan dengan para profesional, para peserta yang nggak punya latar barista tersebut tetap tampak percaya diri. Nggak ada raut ketakutan di wajah mereka.

Kemudian, satu acara yang nggak kalah seru di UGC adalah Coffee Village. Coffee Village merupakan bazar yang diikuti para pemilik kedai kopi, petani kopi, hingga penyedia alat pengolahan kopi. Secara keseluruhan, terdapat 22 stan "beraroma" kopi yang berjejer rapi di tengah perhelatan itu. Nggak kurang 600 cangkir kopi dibagikan gratis kepada para pengunjung.

Kopi Gratis jadi Daya Tarik Pengunjung (Inibaru.id/Mayang Istnaini)

 

Nggak butuh waktu lama bagi 600 cangkir kopi gratis tersebut untuk menarik perhatian pengunjung. Dalam beberapa jam, kopi-kopi itu kandas. Bahkan, ada satu pengunjung yang mengaku sengaja mendatangi tiap stan untuk mencicipi kopi-kopi yang disediakan gratis ini.

Baca juga:
Kopi Jagung dan Masyarakat Melarat Zaman Kolonial
Mengintip Dapur Kopi Tekodeko Koffiehuis

Dibuka pukul 08.30 WIB, UGC semakin ramai dipenuhi pengunjung ketika sore menjelang. Hingga menjelang acara kelar sekitar pukul 19.00 WIB, Gedung Thomas Aquinas masih tetap ramai dikunjungi orang-orang.

“Antusias pengunjung bagus banget. Kami saja nggak menyangka responnya bakal sebagus ini. Rasa capai kami jadi nggak terasa,” kata Rio, ketua HMPPI.

Hm, seru ya, Millens! Yap, semoga kepekatan kopi mengikat mereka selama-lamanya sebagai saudara sekopi! Ha-ha. (Mayang Istnaini/E03)