Nggak Seperti Rasanya, Menekuni Bisnis Kopi Justru Terasa Manis

Menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan negeri ini, kopi merupakan bisnis menjanjikan yang banyak digandrungi anak muda, termasuk di antaranya Agung Kurniawan. Hm, seberapa manis hasilnya?

Nggak Seperti Rasanya, Menekuni Bisnis Kopi Justru Terasa Manis
Salah satu sudut toko KnK Koffee Resources milik Agung Kurniawan di Semarang. (Inibaru.id/Verawati Meidiana)

Inibaru.id – Siapa yang nggak kenal kopi? Salah satu komoditas andalan dari Indonesia tersebut kini menduduki tingkat konsumsi yang cukup tinggi hampir di seluruh penjuru negeri ini, bahkan seantero dunia. Nah, alasan inilah yang kemudian menggerakkan Agung Kurniawan untuk mengembangkan usahannya di bisnis kopi.

Penyuplai biji kopi dan pemilik kedai kopi asal Semarang ini mengaku, perubahan industri kopi sangat cepat berkembang dari waktu ke waktu. Hal itu dia rasakan berdasarkan pengalamannya selama 15 tahun menjalani bisnis dari tanaman yang bijinya bernilai jual tinggi tersebut.

“Bisnis kopi itu," kata Agung, "nggak bakal habis dieksplorasi."

Lelaki berkacamata itu menilai, perubahan di dunia perkopian luar biasa cepat. Hal tersebut membuatnya harus terus mempelajari pelbagai ilmu baru.

"Dulu saya cuma kenal proses tubruk kopi, tapi sekarang kompleks sekali. Beda alat beda hasil kopi racikan,” ungkap Agung.

Agung menjelaskan, industri kopi bukanlah semata tentang gimana menjual kopi sebagai minuman, tapi juga terkait perkembangan ilmu pengetahuannya. Di beberapa negara, lanjutnya, bahkan sudah ada gelar profesor kopi.

“Mereka (para profesor kopi) meneliti banyak hal, mulai dari unsur kimia hingga genetika, yang bertujuan memajukan industri kopi tersebut,” kata dia.

Agung mengaku sangat menikmati dan senang bisa menjalankan bisnis kopi. Dia akan tetap fokus pada dunia kopi dan mengembangkannya di berbagai bidang, mulai dari menyuplai segala kebutuhan untuk meracik kopi, mengembangkan kedai kopi, hingga membuka jasa kelas membuat kopi serta konsultan bisnis kopi.

“Fokus saya tetep kopi, dengan terus mengembangkan masing-masing kakinya itu (usaha kopi). Jadi, semua ini saling melengkapi. Rencana ke depan, semua ini harus jalan, kalau bisa ditambah terus,” ungkap pemilik toko kopi KnK Koffee Resources dan kedai kopi Lost in Coffee tersebut.

Ekspor Kopi

Saat ini Agung tengah mempersiapkan kemungkinan untuk mengekspor biji kopi miliknya ke luar negeri sebagaimana telah dicita-citakannya beberapa waktu lalu. Hingga kini, dia mengaku baru menjangkau pasar dalam negeri. Namun, rencana mencari celah ke pasar luar negeri tetap ada dalam angan-angannya. 

“Kopi kan komoditas yang cukup besar, jadi untuk perizinan juga nggak gampang. Saya masih mencari celahnya, tapi tujuan akhirnya ya memang supaya bisa mengekspor kopi,” kata lelaki dua anak itu optimistis.

Agar terus mendapat biji kopi berkualitas terbaik, Agung biasa membeli biji kopi dari petani secara langsung. Berbagai macam biji kopi dari seluruh Indonesia dia kumpulkan. Dalam satu bulan, dia menghabiskan sebanyak 300-400 kilogram stok biji kopi untuk dijual di kedai maupun dikirim ke kedai-kedai kopi. Keuntungan ini diakuinya lumayan besar.

"Seberapa besar? Hm, sebagai gambaran, dari keuntungan tersebut saya bisa mengembangkan bisnis kopi hingga sebesar ini," ujar Agung sembari menunjuk ke arah kedai dan toko kopinya yang dibangun berdampingan.

Iya, deh, percaya kok, Mas Agung! Nah, buat kamu yang tertarik dengan bisnis perkopian, datang saja langsung ke Lost in Coffee yang beralamat di Jalan Dewi Sartika Raya No 5 Perum Undip, Sukorejo, Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah. Kamu bisa tanya-tanya langsung di sini, bahkan belajar mendirikan kedai kopimu sendiri , Millens!  (Verawati Meidiana/E03)