Ngaku Pencinta Kopi? Tahu Perbedaan Arabika dengan Robusta?

Pencinta kopi sejati mungkin sudah hafal dengan perbedaan dan ciri khas antara kopi Arabica dan Robusta. Namun, nggak sedikit juga yang hanya meminum kopi tanpa tahu perbedaan dan ciri khas masing-masing. Kamu yang mana?

Ngaku Pencinta Kopi? Tahu Perbedaan Arabika dengan Robusta?
Kopi Arabica. (Tribunnews.com)

Inibaru.id – Arabika dan Robusta adalah dua jenis biji kopi yang paling banyak diketahui orang. Kendati demikian, nggak semua pencinta kopi tahu perbedaan keduanya. Bahkan, dua varietas kopi terbesar di Indonesia itu acap kali dianggap nggak terlalu dirisaukan para penikmat kopi, khususnya yang awam dengan dunia perkopian. Asalkan bisa ngopi, apapun kopinya, itu cukup.

Apa yang membedakan keduanya? Seperti ditulis Kompas.com, Minggu (11/3/2018), pemenang Indonesian Latte Art Championship (ILAC) 2014 dan 2015 Iwan Setiawan mengatakan, secara fisik bentuk kopi jenis arabika memiliki bentuk biji yang lebih panjang. Kandungan kafein jenis kopi yang cocok ditanam di pegunungan itu juga lebih rendah, yakni 0,8-1,4 persen, sehingga nggak terlalu pahit.

Baca juga:
Kedai Kopi Bikin Konsumsi Kopi Indonesia Meningkat
Liberika, Ikon Kopi Jambi Asal Afrika

Namun begitu, arabika memiliki tingkat keasaman yang lebih tinggi. Kopi ini cocok ditanam di dataran tinggi, antara 1.000-2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), dengan suhu berkisar di angka 14-24 derajat Celsius. Kebanyakan kopi jenis tersebut memiliki aroma buah atau bunga, bahkan kacang-kacangan. Rasanya pun lebih halus dan penuh.

Kemudian, lantaran rentan terserang penyakit karat daun, kopi arabika memerlukan perawatan yang lebih telaten. Jumlah biji kopi yang dipanen per pohon juga biasanya lebih rendah dibanding robusta. Inilah yang membuat harga arabika jauh lebih mahal ketimbang robusta.

Berbeda dengan arabika yang kebanyakan hanya ditanam di dataran rendah, robusta lebih mudah ditemui karena tempat menanamnya di dataran rendah. Selain itu, harga robusta juga lebih murah karena tanaman jenis ini lebih cepat berkembang dan nggak memerlukan lahan seluas tanaman jenis arabika.

Baca juga:
Si Kuning Yellow Caturra, Kopi Enak yang Langka
Februari, Ekspor Kopi Indonesia Baru Tembus 22 Ribu Ton

Sebagian pencinta kopi memilih arabika lantaran memiliki keunggulan dalam segi rasa yang lebih beragam. Kandungan gula dalam arabika juga lebih banyak dibandingkan robusta, sehingga bakal tetap nikmat meski nggak menambahkan gula saat meminumnya.

Suka robusta atau arabika, ya terserah. Rasa itu kan masalah selera masing-masing orang. Kalau kamu suka yang mana Millens? (TS/GIL)