Menyesap Kopi Lintong yang Mulai Mendunia

Kopi ini tak pernah mendapatkan penolakan dari pasar dunia. Permintaannya pun cenderung tinggi.

Menyesap Kopi Lintong yang Mulai Mendunia
Kopi Nusantara, salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia. (Ulinulin.com)

Inibaru.id – Pencinta kopi Nusantara pasti mengenal produk kopi unggulan Indonesia ini. Namanya Kopi Litong. Kopi berkualitas sangat bagus ini merupakan satu dari tiga produk kopi unggulan Pulau Sumatra. Dua produk lainnya yakni Mandheling dan Gayo.

Dilansir dari Beritagar, Jumat (3/11/2017), saat ini kopi arabika lintong, atau biasa disebut kopi lintong saja, telah dikemas apik dan menjadi oleh-oleh favorit para pelancong di Danau Toba, Sumatra Utara (Sumut).

Tak hanya di pasar lokal dan nasional, kopi beraroma khas ini juga telah merambah ke pasar internasional. Para pencinta kopi pasti mengenali rasanya yang spicy bercampur herba, rempah, kacang atau coklat.

Baca juga: Di sini Kuliner Ini Biasa, Di Belanda Itu Luar Biasa

Kopi litong berasal dari Humbang Hasundutan (Humbahas) yang merupakan kabupaten hasil pemekaran Tapanuli Utara pada 2003 lalu. Sejak 1800-an masyarakat setempat meyakini sudah mengenal komoditas bernilai jual tinggi ini.

Kopi diperkenalkan Belanda di kota pegunungan itu melalui tanam paksa. Tanah yang subur dan ketinggian yang pas (lebih dari 1.000 mdpl) menjadikan arabika tumbuh baik di sini. Namun, tak banyak yang mengetahui kapan kopi lintong mulai dibudidayakan warga setempat.

Haki

Baru-baru ini Masyarakat Pemerhati Kopi Arabika Sumatera Lintong (Maspekal) mengajukan upaya perlindungan indikasi geografis atas Kopi Arabika Sumatera Lintong kepada Direktorat Merek Ditjen Kekayaan Intelektual, Kemenkum-HAM RI.

Permohonan ini bertujuan untuk memperoleh pengakuan soal keaslian asal-usul produk, sehingga terhindar dari pemalsuan, dan nama lintong terlindung sebagai merek kolektif masyarakat setempat.

Baca juga: 
Menikmati Lotong Balap dan Legendanya
Kolak Ayam dari Desa Gumeno yang Melegenda

Ada enam kecamatan di Humbahas yang menjadi bagian dari permohonan sertifikasi ini. Keenam kecamatan tersebut adalah Parangginan, Lintongnihuta, Doloksanggul, Pollung, Onanganjang, dan Sijamapolang. Keenamnya merupakan penghasil kopi dengan kualitas yang sangat baik.

Bupati Humbahas, Dosmar Banjarnahor, menuturkan, sertifikasi tersebut memang mendesak dilakukan untuk melindungi kopi lintong, terkait rasa dan kualitas, serta petani, pengolah, dan pedagang kopi pada masa yang akan datang.

Adapun varietas tanaman kopi yang dipakai adalah Sigararutang, Lini S 795, USDA 762, Lasuna, dan Garunggang, yang menjadi varietas lokal unggulan. (GIL/SA)