Menyesap Kopi dari Tanah Sumatra di Converso Coffee and Eatery

Menyesap Kopi dari Tanah Sumatra di Converso Coffee and Eatery
Kopi arabika Nihuta Humbang dengan teknik seduhan V60 di Converso Coffee and Eatery. (Inibaru.id/Verawati Meidiana)

Penyeduhan kopi bukan sekadar proses penuangan air panas dalam cangkir bubuk kopi halus. Proses ini juga jadi ritual penting sebelum kopi siap dinikmati.

Inibaru.id – Kopi memang identik dengan masyarakat perkotaan yang menuntut kerja cepat plus deadline ketat. Inilah yang membuat kebanyakan kedai kopi modern didirikan di pusat kota. Namun, berbeda dengan Converso Coffee and Eatery. Dari lokasinya, saya rasa kafe satu ini justru sengaja menjauh dari keriuhan kota agar lebih tenang. 

Untuk kamu yang lebih suka menikmati kafe dengan suasana tenang, kedai yang berlokasi di Jalan Durian Raya, Banyumanik, Semarang, itu mungkin bakal cocok buatmu. Menu yang mereka tawarkan juga lumayan bervariasi. Namun, tentu saja yang paling menarik adalah sajian kopinya.

Manajer Converso Rizki Maulana Hermawan mengklaim menu kopi di tempatnya cukup lengkap. Dia mengaku punya banyak metode penyeduhan kopi yang mereka tawarkan ke pengunjung, mulai kopi blend, kopi espresso, hingga kopi yang diseduh dengan berbagai metode manual brewing.

Hm, takut kebingungan menentukan menu? Jangan, ya, karena ada barista yang bakal siap memandumu, Millens. Buat para coffee nubie, mereka bakal dengan senang hati menjelaskan metode seduh yang mereka tawarkan, kok. Jadi, kamu bakal diberi penjelasan dari proses pembuatannya hingga prediksi rasanya nanti.

Mesin espresso. (Inibaru.id/Verawati Meidiana)

Rizki mengatakan, kopi Converso adalah spesialis arabika. Seluruh menu kopi di kedai tersebut dibuat dengan biji kopi arabika yang mereka dapatkan langsung dari sejumlah roaster lokal di Kota Semarang.

"Para roaster ini sengaja kami pilih untuk ikut memajukan hasil produk lokal dari Semarang," ujarnya.

Nah, setelah ngobrol cukup panjang dengan Joko Rizkyanto, salah seorang barista Converso, pilihan saya pun jatuh pada kopi Nihuta Humbang yang diseduh secara manual dengan teknik V60. Nihuta Humbang adalah kopi arabika dari Sumatra. Sementara, teknik V60 dia rekomendasikan lantaran paling tepat untuk sajian kopi dengan rasa yang natural.

“Teknik V60 ini menghasilkan rasa kopi yang konsisten, nggak berminyak dan nggak dipengaruhi oleh rasa pahit kopinya,” ujar lelaki ramah itu sembari meracik kopi.

Joko Rizkyanto, barista di Converso Coffee and Eatery. (Inibaru.id/Verawati Meidiana)

Aroma kopi nan harum langsung tercium saat bubuk kopi di atas filter V60 ditimpa air panas untuk kali pertama. Beberapa kali saya lihat barista yang akrab disapa Jo itu mengecek scale atau alat pengukur agar takarannya sesuai.

“Yang paling penting dalam proses ini adalah rasio suhu dan airnya. Semua harus pas,” tutur Jo.

Nggak lama kopi saya pun siap. Aromanya cukup kuat dan delightful. Rasanya? Laiknya arabika, asamnya kopi langsung terasa, tapi cukup lembut. Menu itu juga memiliki after taste buah yang menyegarkan. Hm, ini persis sesuai prediksi saya. 

Oya, buat kamu yang lebih suka kopi dengan tambahan susu, kamu bisa memilih menu coffee latte di Converso. Kebetulan saya juga sempat mencoba varian ini. Seperti sajian coffee latte kebanyakan, kamu juga bisa menyaksikan langsung teknik latte art untuk coffe latte pesananmu.  

Rasa susu yang dominan cukup menenggelamkan pahit dan asam kopi. Rasanya juga cukup manis, cocok banget untuk kamu yang kurang nyaman dengan asam dan pahit.

Coffee latte. (Inibaru.id/Verawati Meidiana)

Nah, gimana, Millens, cukup menarik, bukan? Ajak teman sebanyak-banyaknya, ya! (Verawati Meidiana/E03)