Menilik Kopi Besemah, Kopi Wangi Kesukaan Ratu Yuliana

Menilik Kopi Besemah, Kopi Wangi Kesukaan Ratu Yuliana
Kopi Besemah. (Lintaskopi.com)

Bagi kamu yang ngaku pencinta kopi, semestinya kenal dong dengan kopi Besemah dari Kota Pagaralam, Sumatera Selatan. Kopi yang memiliki cita rasa yang khas ini nggak lin adalah kopi kesukaan Ratu Yuliana, lo.

Inibaru.id – Indonesia memang kaya dengan hasil alamnya, nggak terkecuali kopi. Hampir setiap penjuru memiliki jenis kopi dengan varian yang amat beragam. Sejumlah kopi bahkan sudah diimpor ke luar negeri sejak zaman dahulu, salah satunya kopi Besemah khas Kota Pagaralam, Sumatera Selatan.

Kopi Besemah mayoritas berjenis Robusta. Kopi itu tumbuh di dataran tinggi di sekitar lereng Gunung Dempo, Kota Pagaralam.

Sejak dulu, kopi robusta asal Pagaralam ini dikenal istimewa karena aromanya yang wangi. Bahkan wangi itu sudah tercium sebelum kopi diseduh. Selain wangi, kopi ini juga memiliki rasa dan aroma gurih yang membuatnya digemari kalangan penikmat kopi di Sumatera Selatan.

Lebih istimewa lagi karena kopi Besemah merupakan salah satu jenis kopi yang menjadi disukai Ratu Yuliana pada zaman penjajahan Belanda dulu. Perlu diketahui, Ratu Yuliana adalah seorang pencinta kopi, Millens. Dia nggak pernah melewatkan sehari pun tanpa kopi.

Melansir dari Samakopi.com (14/12/2015), di Pagaralam ada sebuah kebun kopi yang dibuat khusus untuk menghasilkan biji kopi terbaik. Hasil panen dari kebun tersebut dikirim seluruhnya ke dapur istana Ratu Belanda itu. Kebun ini berada di sekitar Simpang Padang Karet dan kini menjadi kebanggaan masyarakat Pagaralam.

Nggak hanya sampai disitu,lo. Kopi Besemah juga dinobatkan sebagai Welcome Drink Coffee bagi wisatawan yang berkunjung ke Sumsel pada 2016 lalu. Wah!

Secara umum, proses pembuatan kopi Besemah sama dengan kopi pada umumnya. Pertama, para petani memetik biji-biji kopi yang sudah tua dan benar-benar masak, biasanya berwarna merah delima. Biji-biji tersebut kemudian dijemur hingga kering dan diambil biji yang berwarna kuning mengilap. Biji pilihan itu lantas direndam dan dicuci. Setelah itu, biji kopi digoreng tanpa minyak.

Kopi yang sudah matang dihaluskan dengan memakai tumbukan kayu. Kemudian bubuk kopi disaring dengan ayakan sehingga didapat bubuk yang halus. Bubuk halus hasil ayakan tadi nggak dicampur apa-apa lagi. Bubuk itu langsung diseduh dengan air yang mendidih sampai menghasilkan kopi yang kental. Supaya lebih nikmat, kopi diminum saat masih panas.

Pengin coba? Datang langsung saja ke Pagaralam atau beberapa daerah lain seperti Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Lahat, dan Empat Lawang. Selamat mencoba! (IB18/E04)