Februari, Ekspor Kopi Indonesia Baru Tembus 22 Ribu Ton

Januari-Februari, jumlah ekspor kopi di Indonesia mencapai 22.000 ton. Diperkirakan akan terus naik pada Juli mendatang.

Februari, Ekspor Kopi Indonesia Baru Tembus 22 Ribu Ton
Ekspor Biji Kopi di Indonesia. (Pixabay.com/Bru-nO)

Inibaru.id – Kopi merupakan jenis minuman yang paling dicari di seluruh dunia. Menduduki posisi ke-4 sebagai eksportir kopi terbesar di dunia, ekspor kopi Indonesia diprediksi akan meningkat seiring dengan produksinya yang semakin membaik. Namun, hingga Februari 2018, ekspor kopi Tanah Air terlihat kurang menjanjikan lantaran baru sekitar 20.000-22.000 ton.

Seperti ditulis Kontan.co.id, Selasa (13/3/2018), Ketua Departemen Specialty & Industri BPP Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI), Moelyono Soesilo, mengatakan ekspor kopi sampai saat ini masih lambat karena panen belum dimulai. Dia memperkirakan, ekspor kopi akan meningkat setelah lebaran atau sekitar Juli 2018.

Baca juga:
Menikmati Bulletproof Coffe, Kopi Campur Mentega nan Unik
Goth Latte Ampuh Usir Racun dalam Tubuh

"Saat ini panen kopi tengah berlangsung. Namun, puncak panen akan berlangsung pada Juli hingga September mendatang," terangnya.

Sebagian besar atau sekitar 80 persen ekspor kopi Indonesia adalah jenis biji Robusta. Sementara, ekspor kopi olahan hanya sebagian kecil dari total ekspor biji kopi. Provinsi yang memiliki kontribusi paling besar adalah Sumatra, di antaranya Bengkulu dan Lampung, serta Sulawesi Selatan.

Saat ini pasar ekspor Indonesia masih didominasi Jepang, Jerman, Amerika Serikat, Italia, Malaysia, dan beberapa negara lain. Mereka adalah negara-negara yang biasa membeli kopi ke Indonesia. Sepanjang tahun ini, diperkirakan ekspor kopi akan mencapai 420.000-450.000 ton. Angka ini menunjukkan kenaikan sekitar 15-18 persen dibanding tahun lalu.

Baca juga:
Cara Starbucks Kurangi Kertas untuk Kelestarian Lingkungan
Berkat Anak Muda, Tren Ngopi Akan Terus Eksis

Sementara itu, produksi kopi terus menunjukkan kemajuan dan diperkirakan terus membaik. Tahun ini produksi kopi juga meningkat sekitar 10-15% menjadi 690.000 ton–720.000 ton.

Perbaikan produksi ini diakibatkan oleh cuaca yang mendukung waktu pembungaan dan musim hujan yang tidak ekstrem. Ini membuat biji-biji kopi dapat dipanen dan diolah dengan baik dalam jumlah yang banyak. (ANG/GIL)