Perahu Pinisi Bakal Ditampilkan di Festival Seni-Budaya di Eropa

Perahu tradisional rakyat Sulawesi Selatan, Pinisi, akan ditampilkan di hadapan seluruh peserta Festival Europalia Indonesia (FEI) di Belgia Oktober 2017 mendatang.

Perahu Pinisi Bakal Ditampilkan di Festival Seni-Budaya di Eropa
Perahu Pinisi (Foto: merdeka.com)

Inibaru.id - Sulawesi Selatan menjadi salah satu peserta undangan dalam Festival Europalia Indonesia (FEI) pada Oktober 2017 mendatang. Perahu Pinisi legendaris yang acap kali hanya kita lihat dalam gambar ilustrasi mata uang itu akan ditampilkan dalam pagelaran tersebut.

Diselenggarakan tiap dua tahun sekali, Festival Europalia adalah ajang seni dan budaya paling bergengsi di Eropa yang berfungsi menguatkan hubungan antara negara Eropa dan negara tamu khusus melalui diplomasi dan pertukaran budaya.

Dilansir dari GNFI, festival yang berlangsung di Belgia ini umumnya menyajikan berbagai karya seni, mulai dari musik, lukis, fotografi, film, teater, tarian, sastra, arsitektur, fashion, dan bahkan gastronomi.

Nah, dalam gala seni Oktober nanti, perahu tradisional rakyat Sulawesi Selatan itu rencananya akan ditampilkan di hadapan seluruh undangan yang hadir. Perahu pinisi akan dihadirkan sebagai bagian dari undangan Europalia terhadap Indonesia.

Baca juga:
Dilupakan di Negeri Sendiri, Wayang Kancil Justru Tenar di Luar Negeri
Rindu Tanah Air, Orang Indonesia Bikin Pasar Hamburg

Dalam perhelatan tersebut, Indonesia menjadi negara tamu ke-26 yang mengikuti festival. Yang membanggakan, Indonesia merupakan “tamu” pertama dari negara-negara kawasan Asia Tenggara yang diundang. Sementara untuk Asia, negeri ini adalah tamu keempat setelah Jepang, Tiongkok, dan India.

Duta Besar Kerajaan Belgia, Patrick Herman, mengatakan bahwa perahu pinisi Sulawesi Selatan itu akan ditampilkan bersama dengan sejumlah kesenian dan kebudayaan dari berbagai daerah di Indonesia.

“Festival ini didedikasikan untuk Indonesia. Kami akan menampilkan kapal Pinisi di festival tersebut," kata Patrick Herman kepada Kompas, Selasa (29/8).

Patrick Herman juga mengundang Presiden Indonesia Joko Widodo dan Gubernur  Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (SYL) untuk hadir dan menyaksikan kemeriahaan festival tersebut secara langsung.

Dalam prediksi Herman, festival rutin ini bisa mendatangkan sedikitnya satu juta pengunjung dalam sekali perhelatan. Hal ini merupakan asumsi yang dilihat dari antusiasme peserta pada penyelenggaraan sebelumnya.

Baca juga:
Si Kerambit, Kecil-kecil Mematikan
Batik Kembali Jadi Primadona di Laos

Herman yang datang sendiri ke Sulawesi Selatan mengaku, kunjungan ke daerah asal perahu pinisi juga bertujuan untuk menguatkan hubungan bilateral antara Belgia dan Indonesia khususnya Sulawesi Selatan.

“Hubungan yang dijajaki fokus pada kerjasama di bidang maritim, makanan dan minuman, serta pertanian. Termasuk juga kemungkinan menjajaki sektor pariwisata, pembiayaan dan infrastruktur,” tambahnya.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo berharap, penampilan perahu Pinisi pada festival itu semakin memopulerkan perahu tradisionalitu dalam kancah Internasional serta bisa menarik masyarakat dunia untuk datang dan berwisata ke Sulawesi Selatan.

Festival  ini akan berlangsung selama 4 bulan mulai Oktober 2017 hingga Januari 2018 berturut-turut di berbagai kota di negara Eropa, di antaranya Belanda, Jerman, Inggris, dan Prancis.

Sebelumnya, FEI 2017 akan dibuka oleh Presiden RI dan Raja Belgia pada 10 Oktober 2017 di BOZAR (Center for Fine Arts, Brussels). (GIL/IB)