Misteri Petilasan Watu Sigong Klaten Perlu Diteliti

Sudah ditemukan lama, tapi batu-batu yang menyerupai seperangkat gamelan itu belum diteliti secara serius.

Misteri Petilasan Watu Sigong Klaten Perlu Diteliti
Kaur Umum Pemerintah Desa Mranggen, Sugihartono, menunjukkan batu "saron" di Petilasan Watu Sigong. (Tempo/Dinda Leo Listy)

Inibaru.id – Sebelas batu bulat mirip gong sudah sejak lama berada di Dukuh Kroman, Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten dan belum ada kejelasan mengenai asal usulnya. Dipahat halus dengan rata-rata berdiameter sekitar 80 sentimeter dan tebal 30 sentimeter terserak di sebuah gundukan tanah di tepi sungai yang ada di wilayah dusun tersebut. Oleh warga setempat, situs itu dinamakan Petilasan Watu Sigong.

Dilansir Tempo.co (29/10/2017), di antara sebelas batu “gong” itu juga terdapat sebuah batu yang menyerupai tatakan saron, salah satu instrumen dalam gamelan. Batu “saron” yang berongga di bagian tengahnya dan berlubang di salah satu ujungnya itu juga berhiaskan ukiran di sekujur dinding luarnya.

Baca juga: Sapi-Sapi Bersolek dari Madura

“Sejak saya kecil, batu-batu ini sudah ada dan tidak pernah berubah posisinya,” kata Kepala Urusan Umum Pemerintah Desa Mranggen Sugihartono saat mengantar Tempo mengunjungi lokasi pada Selasa, 24 Oktober 2017.

Sugihartono mengatakan nama Watu Sigong diambil dari kata dasar “gong” yang merujuk pada bentuk sebelas batu bulat tersebut. Sayang, hingga kini belum pernah ada penelitian serius untuk mengungkap misteri batu-batu yang sekilas seperti seperangkat gamelan itu.

“Para sesepuh di sini juga tidak tahu asal muasal Petilasan Watu Sigong,” kata Sugihartono.

Dia hanya tahu, selama ini beredar cerita di kalangan warga sekitar bahwa pada malam-malam tertentu sering terdengar bunyi tabuhan gamelan dari kejauhan dan sumber suaranya dari Petilasan Watu Sigong.

“Namun setelah didatangi tidak ada apa-apa. Di sini kalau malam gelap, kan letaknya di antara kebun warga dan tanah kosong milik kas desa,” kata Sugihartono.

Baca juga: Warisan Legendaris di Alor Itu Satu-satunya di Dunia

Petilasan Watu Gong termasuk salah satu destinasi yang akan digarap Pemerintah Desa Mranggen untuk menarik wisatawan ke desanya. Pasalnya, tak hanya situs itu yang bakal ditawarkan. Sekitar 200 meter ke arah selatan dari Petilasan Watu Gong, setelah melewati sungai, pengunjung akan sampai di Umbul Kroman. Umbul Kroman merupakan kolam alami dari sumber mata air yang jernih di bawah tebing berketinggian sekitar delapan meter.

Hanya saja, pengunjung yang hendak ke Umbul Kroman harus waspada. “Sungai itu masih alami, banyak ularnya meski tidak berbisa,” kata Sugihartono. (EBC/SA)