Meminta Hujan, Warga Probolinggo Melakukan Tarung Ojung Sabet Rotan

Warga rela saling bertarung dengan menggunakan rotan demi meminta hujan di Probolinggo.Semua dilakukan dengan riang.

Meminta Hujan, Warga Probolinggo Melakukan Tarung Ojung Sabet Rotan
(Foto: detik.com)

Inibaru.id - Musim kemarau tengah melanda sebagian besar wilayah tanah air. Tidak turunnya hujan dalam waktu yang lama ini tentu berimbas pada masalah kekeringan dan kesulitan air bersih di banyak daerah.

Untuk mengatasi masalah air bersih ini, masyarakat dari berbagai wilayah di Indonesia akan melakukan tradisi unik untuk meminta hujan. Salah satunya adalah yang dilakukan masyarakat Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Warga Desa Curahtulis, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, akan menggelar tradisi Tarung Ojung saat kemarau sudah berlangsung cukup lama untuk meminta hujan turun. Tradisi ini sangat menarik karena menampilkan pertarungan dua orang yang masing-masing memakai batang rotan sebagai senjatanya. Pertarungan ini dilakukan di lapangan yang luas dan ditonton oleh masyarakat setempat. Meskipun terlihat mengerikan, para petarung ini tidak akan terluka, melainkan hanya mengalami memar-memar saja.

Baca juga: Simbol Kejantanan, Lelaki Manggarai Duel Tari Cambuk

Untuk tahun ini, tradisi Tarung Ojung ini diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari berbagai dusun di wilayah Kecamatan Tongas. Para peserta ini dituntut untuk saling beradu keberanian dan keterampilan untuk menyabet batang rotan pada lawannya.

Peraturan pertarungan ini sangat sederhana, yakni para peserta tidak boleh memakai baju dan mereka harus menyabetkan rotan ke lawannya secara bergantian. Untuk perhitungan nilai, hanya rotan yang berhasil mengenai punggung lawan yang akan dihitung. Sementara itu, jika sabetan ternyata berhasil ditangkis lawan, maka sabetan pun tidak akan dihitung. Peserta yang berhasil menyabetkan rotannya pada punggung lawan sebanyak tiga kali terlebih dahulu akan ditetapkan sebagai pemenang. Setiap pemenang ini kemudian diadu lagi dengan pemenang lainnya hingga akhirnya sampailah ke pertarungan akhir yang menentukan calon juara.

Baca juga: 5 Kesenian Tradisional Beraroma Mistis di Indonesia

Yang menarik adalah, pertarungan ini juga diiringi dengan suara kendang dan ketipung yang tentu akan membuat gelaran Tarung Ojung semakin meriah dan khas dengan budaya Jawa Timur.

“Pertarungan ini dikemas dalam sebuah perlombaan, agar warga semakin semangat untuk menghidupkan tradisi ini. Semoga Allah mengabulkan permintaan kami,” tutur Buradianto, ketua panitia Tarung Ojung Kecamatan Tongas, sebagaimana dikutip dari GNFI. (AW/SA)