Hari Bumi, Upaya Kampanye Kesadaran

Hari Bumi, Upaya Kampanye Kesadaran
pemanfaatan sumber daya alam(Foto:MARIGLIANO)
1k
View
Komentar

inibaru.id-“Hanya ketika pohon terakhir telah mati dan sungai terakhir telah teracuni dan ikan terakhir telah tertangkap akan kita menyadari bahwa kita tidak bisa makan uang.” – Cree Indian Peribahasa

Demikian salah satu ungakapan yang menunjukkan betapa kehidupan manusia sangat bergantung pada alam. Oleh karenanya pemanfaatan sumber daya alam dan pembangunannya harus dilakuakan sebijak mungkin agar tidak menimbulkan dampak kerusakan.

Namun kenyataannya era globalisasi seperti saat ini telah merubah manusia menjadi makhluk serakah. Eksplorasai sumber daya alam yang anarkis acapkali tidak mempertimbangkan efek yang ditimbulkan. Akibatnya keseimbangan lingkungan yang terancam.

Hal tersebut diperparah dengan berbagai muatan politis yang melegalkan beberapa oknum mengesplorasi sumber daya alam secara brutal. Padahal jika ditinjau proses eksplorasi tersebut seringkali cacat AMDAL.

Beberapa waktu terakhir, kita sempat digegerkan dengan kisruh penambangan yang dilakukan PT. Semen Indonesia di daerah Kendeng Rembang. Berdasarkan tututannya, PT Semen Indonesia telah melanggar AMDAL yang telah disepakati sehingga berpotensi menyebabkan kerusakan salah satu sumber daya alam yang ada di tempat tersebut yaitu sumber mata air. Ironisnya melihat hal demikian Pemerintah seperti menutup mata dan tetap mengizinkan penambangan tersebut tetap beroperasi.

Masih banyak masalah lain yang berkaitan dengan kelestarian sumber daya alam di bumi. Pertambagan, pendirian pabrik secara bebas yang berpotensi besar terbentuk efek rumah kaca menjadi permasalahan yang perlu dikaji dan segera di tangani.

Bangun Kesadaran

Bersama dengan peringatan Hari Bumi 22 April mengajak kepada seluruh masyarakat untuk membangun kesadaran bersama akan arti pentingnya kelestarian alam.

Peringatan hari bumi bukan merupakan peringatan terhadap hari awal terbentuknya (lahirnya) bumi, melainkan hari dimana manusia sadar dan prihatin terhadap kerusakan yang terjadi di muka bumi akibat aktivitas manusia. Hari bumi juga merupakan hari dimana manusia berjuang menghendaki kelestarian bumi atau lingkungan hidupnya.

Menyadari betul keadaan bumi saat ini manusia harus mau berubah sikap dan perilaku terhadap bumi berserta sumber daya alam yang dikandungnya, baik ketika manusia menjadikan bumi sebagai tempat tinggal dan beraktivitas maupun ketika manusia mengeksploitasi sumber daya alam yang ada untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Sehingga dengan demikian manusia dituntut tidak merusak tatanan sistem ekologis, tidak mencemari lingkungan, dan perilaku yang senantiasa memelihara proses-proses ekologis di bumi ini, serta konsisten pada perjuangan peduli lingkungan

Hal tersebut juga dapat dilakukan dengan kegiatan paling sederhana di sekitar lingkungan. Dengan tidak membuang sampah sebarangan, menanam pohon, mengurangi penggunaan bahan kimia yang merusak alam dan kegiatan yang lain berarti telah membantu menyelamatkan bumi untuk anak cucu kelak.

Pada akhirnya, dengan adanya kesadaran manusia yang dibangun dari peringatan Hari Bumi ini mampu membawa perubahan kearah yang lebih baik. Dimanevestasikan dengan cara manusia mengelola lingkungan hidupnya dengan bijak, sehingga sumber daya alam dan lingkungan dapat dimanfaatkan tanpa timbul suatu kerusakan. (NA)