Budaya Indonesia Disambut Hangat di Filipina

Seusai pertunjukan, penonton tumpah ruah ke panggung demi berfoto dan bersalaman dengan delegasi Indonesia.

Budaya Indonesia Disambut Hangat di Filipina
Delegasi Indonesia saat membawakan Tari Bhinneka di Filipina. (Foto: kemlu.go.id)

Inibaru.id - Setiap kali menunjukkan aksinya di negeri orang, budaya Indonesia selalu berhasil menarik perhatian. Kali ini, giliran masyarakat Filipina yang berdecak kagum dengan kekayaan budaya Tanah Air.

Tidak seperti biasanya, lebih dari 1.000 orang memadati gedung pertunjukan yang ada di SM Mall General Santos (Gensan) City, Filipina. Mereka rela berdesak-desakan demi melihat rangkaian tarian tradisional Indonesia yang dibawakan dengan sangat indah oleh kelompok tari Ayodya Pala Indonesia.

“Sebanyak 6 tarian yang dinamis dari berbagai daerah yaitu Tari Legong, Tari Piring, Tari Mojang, Tari Bhinneka, Tari Rampak Kipah, dan Tari Nandak Ganjen ditampilkan dengan ciamik dan sangat lincah secara sambung-menyambung oleh 12 orang penari profesional asal Depok tersebut,” tutur Konsul Jenderal RI Davao City, Berlian Napitupulu sebagaimana dikutip dari Kemlu.go.id.

Baca juga: Batik Kembali Jadi Primadona di Laos

Tak disangka, setelah pertunjukan tari selesai, puluhan penonton segera memasuki panggung untuk memberikan bunga, mengajak para penari berfoto atau sekadar berjabat tangan. Begitu antusias penonton dengan pertunjukan ini hingga MC menegur para penonton untuk segera meninggalkan panggung demi memberikan kesempatan bagi para penari untuk beristirahat.

Berlian bahkan menyebutkan bahwa para penonton berteriak "Indonesia, Indonesia", "Thank you, Indonesia", atau "We love you, Indonesia" tatkala para penari meninggallkan panggung.

Sebelum pertunjukan tari, Sekolah Indonesia Davao (SID) juga menampilkan pertunjukkan musik angklung interaktif. Meskipun hanya berlangsung beberapa menit, lagu khas Sunda berjudul “Bubui Bulan” dan lagu Filipina “Dahil Sayo” dilantunkan dengan merdu dengan alat musik ini dan menghipnosis para penonton.

Masyarakat Gensan City memberikan apresiasi bagi penampilan dari delegasi Indonesia pada hari Kedua BIMP EAGA Festival of Culture. Festival budaya ini diadakan pada 20 hingga 24 September 2017. Selain Indonesia, tampil pula delegasi dari Malaysia, Brunei Darussalam, dan tuan rumah Filipina.

Baca juga: INO Ensemble Indonesia Berjaya di Festival Musik Tradisional Uzbekistan

Booth Pameran

Tak hanya menampilkan tarian khas dan angklung, Indonesia juga ikut berpartisipasi pada Pameran Tenun Ikat di SM Mall, Pameran Dagang dan Pariwisata di Gaisano Mall dan Seminar di KCC Mall. KJRI menampilkan koleksi tenun ikat yang sangat indah dari Bali, Lombok, Toraja, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Untuk kegiatan Trade Expo, KJRI juga membuka 4 booth pameran, 3 di antaranya diisi oleh perusahaan manufaktur Indonesia yakni Mayora, Richeese, dan Teh Botol Sosro. Tak hanya pameran dagang, KJRI Davao juga melakukan pameran wisata Indonesia dengan cara menampilkan poster destinasi wisata, peta wisata, membagikan brosur, hingga memutar film video promosi Wonderful Indonesia.(AW/SA)