Balon Udara Penyemarak Lebaran, Tradisi yang Kini Terancam Modernisasi

Wonosobo memiliki tradisi lebaran unik selain halal bi halal, makan ketupat, opor. Tradisi itu adalah....

Balon Udara Penyemarak Lebaran, Tradisi yang Kini Terancam Modernisasi
balon udaaa menjadi penyemarak lebaran (Foto: google)

Di Indonesia, Lebaran  selalu identik dengan halal bihalal dan mengonsums imakanan khas Lebaran seperti ketupat, opor, rendang, sambal goreng  ati, dan lain sebagainya.Namun, bagi masyarakat Wonosobo, khususnya di Kecamatan Selomerto, Lebaran adalah saat bagi mereka menjalani sebuah tradisi turun-temurun yang sangat unik, yakni menerbangkan balon udara.

Dengan melakukan hal ini, diharapkan Hari Raya Lebaran makin semarak dengan langit yang penuh warna-warni balon udara yang indah.

Balon udara yang dibicarakan ini bukanl ah balon udara yang kita kenal sebagaimaina nanak-anak.Balon udara ini berukuran sangat besar, bahkan bisa mencapai tinggi 5 hingga 20 meter.Balon ini dibuat dari bahan plastik tipis atau kertas minyak, bukan dari karetlaik nya balon pada umumnya.

Untuk membuat balon ini, ada tiga bagian yang harus diperhatikan, yakni bagian badan balon yang berfungsi sebagai penampung udara yang nanti nyaakan diisikan ke balon, bagian blengker yang di buat dari bambu pipih yang kemudian di bentuk lingkaran penuh sebagai kerangka balon, dan bagian asep, semacam gulungan kain yang sudah direndam minyak tanah. Bagian asep ini biasa nya sudah ditempatkan dalam kaleng  yang berisi minyak tanah agar berfungsi sebagai sumbu  yang nantinya dibakar dan menghasilkan asap yang akan mampu mengangkat balon ini ke udara.

Biasanya,  sebelum Hari Raya tiba, masyarakat di Kecamatan Selomerto, Wonosobo, khusus nya para pemuda, akan langsung bersemangat membuat balon-balon udara. Tanpa memerlukan komando atau pembagian tugas, warga dengan riang gembira saling membantu membuat balon ini.Yang luarbiasa adalah, balonu dara ini memiliki beraneka ragam bentuk seperti kendil, botol, atau bahkan karakter animasi yang sedang populer.

TerbangSerentak

Saat Hari Raya Lebaran hingga seminggu setelahnya, balon udara yang sudah jadi biasa nya akan diterbangkan secara serentak oleh warga. Setelah bagian asep di bakar hingga asap mulai memasuki badan  balon, warga pun langsung menyiapkan galah dan benang yang mampu mengendalikan balon yang sudah mulai naik ini agar bias terbang tanpa tersangkut pohon atau kabel.

Begitu balon sudah berhasil mengudara, raut muka para warga pun terlihat sangat bahagia melihat hasil jerih payah nya mampu menyemarakkan Hari Raya Idul Fitri. Sambil tersenyum, banyak warga yang bahkan bersorak dan bertepuk tangan mengiringi terbang nya balon udara tersebut.

Sayang nya, belakangan ini tradisi menerbangkan balon udara di Hari Raya Lebaran mulai mendapatkan kecaman dari banyak pihak, khusus nya dari mereka  yang berasal dari bidang penerbangan atau memperhatikan keamanan transportasi pesawat terbang.

Telah terjadi banyak laporan dari pilot-pilot pesawat terbang yang terpaksa harus menghindari balon udara ini karena takut terjadi kecelakaan. Pihak penerbangan nasional, bahkan TNI angkatan udara bahkan sudah melarang penerbangan balon udara ini.Melihat adanya bahaya dan resiko kecelakaan, apakah tradisi memeriahkan Hari Lebaran  yang  sangat unik ini akan hilang di masadepan? Hanya waktu yang bias menjawab.(AS/IB)