Komitmen Paloh lewat YSB Bangun Pendidikan Indonesia

Ingin bangun pendidikan indonesia, ini Komitmen Paloh

Komitmen Paloh lewat YSB Bangun Pendidikan Indonesia
partai nasdem surya paloh (Foto : news.detik.com)
2k
View
Komentar

inibaru.id - Tak dapat dimungkiri Gempa Tsunami yang terjadi di Aceh pada 2004 lalu setidaknya telah menyita perhatian berjuta pasang mata. Apalagi pasca Metro TV salah satu televisi nasional yang baru berdiri pada tahun 2000 menyiarkan secara langsung dari tempat kejadian bencana. Simpati yang datang tak hanya dari masyarakat Indonesia, tapi dari berbagai berbagai belahan dunia.

Melalui program Breaking News yang bertajuk “Indonesia Menangis” menyadarkan hati masyarakat Indonesia bahkan dunia, sehingga menggugah nurani mereka untuk memberikan sumbangan baik bersifat materi maupun nonmateri.

Selang beberapa pekan pasca pemberitaan itu, 15 negara donor sepakat menyatukan bantuan mereka dalam Dana Multi Donor bagi Aceh dan Nias, sebesar 525 juta dolar AS. Bank Pembangunan Asia tak ketinggalan mengucur dana 300 juta dolar AS.

Melihat hal demikian, Surya Paloh selaku pimpinan Metro TV segera menggelar rapat, membentuk tim, lalu mengatur penyaluran bantuan ke Aceh. Hingga gudang yang terletak di kompleks Media Group tak mampu membendung banjir bantuan pangan dan sandang dari jutaan pemirsa.

Selepas itu, menyadari kebutuhan korban tak hanya berkutat pada sandang dan pangan, pada 25 Februari 2005, Paloh mendirikan Yayasan Sekolah Unggulan Kemanusiaan (Sukma) Bangsa yang kemudian disingkat YBS. Yayasan yang bernaung pada Media Group ini didirikan guna menapung program pendidikan bagi korban tsunami Aceh selama lebih kurang 40 hari. Yayasan yang diketuai oleh Rerie Lestari Moerdijat tersebut beralamatkan di Kompleks Metro TV, Kedoya.

Bersama dengan relawan yang telah direkrut, Yayasan Sukma Bangsa mulai membangun beberapa sekolah seperti di Lhok Seumawe, Pidie dan Biriuen. Perlahan Aceh mulai bangkit, pembangunan-pembangunan pun terus digalakkan.

Komitmen Bangun Pendidikan

Seakan tak ingin berhenti membangun pendidikan di Indonesia, hingga kini Yayasan Sukma Bangsa terus beromitmen memberikan bantuan pendidikan di daerah yang membutuhkan. Seperti yang disampaikan oleh Surya Paloh Pendiri Yayasan Sukma Bangsa pada Jumat (7/4), bahwa ia akan mengembangkan bidang pendidikan di Indonesia bagian timur dan tengah meliputi Papua, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, Kalimantan di daerah perbatasan.

Sebelumnya Paloh sempat menghadiri wisuda 30 guru asal Aceh yang menuntaskan pendidikan sarjana strata dua (S2) di universitas terkemuka Finlandia. Program Magister Pendidikan tersebut juga merupakan salah satu bentuk kerjasama Yayasan Sukma Bangsa dengan Finlandia.

Kini Media Group oleh Metro TV melalui Yayasan Sukma Bangsa kembali meneguhkan cita-citanya dalam rangka membangun kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Seperti yang baru saja dilakukan oleh Yayasan Sukma Bangsa yakni dengan meluncurkan sebuah jurnal Pendidikan pada hari ini Senin (22/5). Bahkan dengan program ini, Yayasan Sukma disebut-sebut sebagai yayaysan pertama kali yang menerbitkan jurnal ilmiah.

Tak hanya meluncurkan sebuah jurnal, bersamaan dengan itu Yayasan Sukma Bangsa juga membedah jurnal tersebut dengan menghadirkan beberapa pakar pendidikan Indonesia. Menurutnya di era global seperti saat ini, menuntut seseorang untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan diri agar dapat bersaing di dunia luar. Salah satunya yakni dengan budaya menulis.

Disadari maupun tidak, gebrakan yang dibuat oleh pimpinan Metro TV Surya Paloh kala itu dengan mendirikan Yayasan Sukma Bangsa memberikan dampak sangat positif terhadap pekembagan pendidikan di Indonesia terutama daerah terdampat bencana tsunami Aceh. Meskipun banyak juga orang yang memandang sebelah mata bahkan menyudutkan, namun kenyataannya peran yang diberikan untuk kemajuan pendidikan di Indonesia bisa dirasakan. (NA)

Tags :