Joget Antirusuh ala Temon Holic

Alunan musik dangdut sangat pas didengarkan sambil bergoyang. Namun, seringkali konser dangdut rusuh karena goyangan para penonton yang nggak teratur. Nah, dari situlah Temon Holic muncul untuk mengajak penikmat dangdut menikmati musik ini dengan benar.


Inibaru.id - Musik dangdut merupakan salah satu genre musik yang berkembang di Indonesia. Musik ini berawal dari musik melayu pada tahun 1940-an yang dipadukan dengan musik India dan Arab. Musik yang dipopulerkan Rhoma Irama ini bahkan dijuluki sebagai musik asli Indonesia.

Namun, musik dangdut sering dikaitkan dengan musik yang tidak berkelas oleh sejumlah masyarakat. Pandangan itu dilandasi beberapa faktor seperti penyanyi, goyangan yang seksi, penonton yang mabuk bahkan perkelahian antarpenonton. Nggak jarang penonton yang urakan itu mengganggu penonton lainnya dalam menikmati musik dangdut. Berawal dari situlah salah seorang pelajar asal Klaten bernama Muchtar Setyo Wibowo menciptakan suatu gerakan yang mengajak para penonton agar nggak rusuh, nggak mabuk, dan nggak berkelahi.

Temon, sapaan akrab Muchtar menamai goyangan itu dengan Temon Holic. Goyangan itu merupakan goyangan berkelompok yang dipimpin seorang leader diikuti anggota lainnya. Dengan adanya goyangan berkelompok itu diharapkan penonton yang hadir pada konser dangdut dapat berjoget dengan kompak dan nggak rusuh.

Nah, itulah yang membuat konser dangdut saat ini lebih menarik. Eits, ingat ya kata Temon,  jangan mabuk, jangan rusuh, dan jangan berkelahi saat menikmati musik dangdut. (TRA)