Bingung Berinvestasi? Butuh Nasehat Keuangan? Ikuti Langkah Ini!

Laju inflasi yang begitu tinggi mengharuskan kita untuk berpikir lebih keras bagaimana “menyimpan” uang agar tidak tergerus oleh nilai uang yang semakin mengecil. Harus di kemanakan uang kita?

Bingung Berinvestasi? Butuh Nasehat Keuangan? Ikuti Langkah Ini!
713
View
Komentar

Inibaru.id - Laju inflasi yang begitu tinggi mengharuskan kita untuk berpikir lebih keras bagaimana “menyimpan” uang agar tidak tergerus oleh nilai uang yang semakin mengecil. Harus di kemanakan uang kita?

Menyimpan uang di bank sudah pasti bukan pilihan lantaran bunganya tak lebih tinggi dari inflasi, sementara sebagian program investasi yang menjamur saat ini rentan penipuan. Bukannya untung, bisa-bisa uang kita malah dibawa lari orang.

Dalam situasi semacam itu, Anda membutuhkan seorang penasehat keuangan atau istilah kerennya financial advisor.

Penasehat keuangan adalah badan atau perorangan yang berprofesi memberi nasehat atau masukan untuk mengelola dan merencanakan keuangan. Meski langkah-langkah dan strategi perencanaan keuangan dapat kita pelajari secara otodidak melalui berbagai artikel,  adakalanya Anda perlu memastikan seberapa relevan sumber tersebut.

Nah, guna mendapatkan masukan yang lebih mendalam, kebanyakan orang kini mulai melirik nasehat dari para penasehat keuangan profesional.

Di Indonesia, jasa penasehat keuangan, kadang disebut perencana keuangan (financial planner) masih identik dengan petugas asuransi atau staf perbankan. Melalui mereka, dengan senang hati Anda akan diberi masukan perihal bagaimana sebaiknya memilih berbagai pilihan pengelolaan keuangan dan investasi yang mereka miliki. Namun, tentu saja itu berdasarkan produk yang mewakili perusahaannya.

Produk investasi mereka biasanya berupa asuransi, tabungan asuransi, deposito, reksadana, dan lain-lain yang ditawarkan perusahaan tersebut. Jika ada yang tepat dengan kebutuhan dan rencana investasi Anda, tentu dapat menjadi pertimbangan

Bagaimana jika produk itu kurang sesuai dengan Anda? Cobalah untuk mendapatkan masukan yang lebih independen, yakni melalui Independent Financial Planner (IFP). Seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan konsultasi pengelolaan keuangan keluarga, jasa ini juga kian menjamur belakangan ini.

Howmoneyindonesia.com menyebutkan, IFP atau jasa penasehat keuangan independen itu memberikan konsultasi perencanaan dan pengelolaan keuangan, termasuk di dalamnya membantu para klien memilihkan aneka pilihan berinvestasi bagi kliennya.

Bentuk “investasi” yang ditawarkan pun bisa apa saja, misalnya berinvestasi langsung ke lantai bursa, memilih asuransi yang paling menguntungkan, atau menentukan cara pembelian properti untuk dijual di kemudian hari.

Saran pembelian rumah atau kendaraan juga bisa dilakukan seorang IFP. Bahkan, jasa ini bisa membantu klien mengatur strategi pengelolaan hutang (debt management) agar cepat terlepas dari belitan hutang.

Anda dapat menggunakan jasa mereka untuk mendapatkan nasehat yang lebih beragam, mendalam dan tentu saja independen. Namun, satu hal yang perlu Anda ingat, seorang IFP haruslah telah tersertifikasi oleh Financial Planning Standards Board (FPSB) dengan bukti telah memiliki CFP (Certified Financial Planner) dan RFP (Registered Financial Planner). Selamat berinvestasi! (GIL/IB)

Tags :