Menikmati Permainan Tradisional Bersama Komunitas Hong

Tahukah Anda jika setidaknya ada 2.500 jenis permainan tradisional yang berasal dari penjuru Indonesia? Permainan-permainan ini sebenarnya sangat menyenangkan untuk dilakukan, sayangnya, karena gempuran permainan modern seperti video game atau bahkan game-game online membuat permainan tradisional ini semakin ditinggalkan.

Menikmati Permainan Tradisional Bersama Komunitas Hong
Komunitas Hong menampung kurang lebih 250 permainan tradisional khas Sunda, 213 permainan tradisional dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta 50 permai

Inibaru.id - Tahukah Anda jika setidaknya ada 2.500 jenis permainan tradisional yang berasal dari penjuru Indonesia? Permainan-permainan ini sebenarnya sangat menyenangkan untuk dilakukan, sayangnya, karena gempuran permainan modern seperti video game atau bahkan game-game online membuat permainan tradisional ini semakin ditinggalkan.

Sejumlah orang mengaku prihatin dengan semakin jarangnya anak-anak memainkan permainan tradisional dan berusaha untuk melestarikannya. Pasalnya, permainan tradisional tersebut menyimpan nilai tradisi yang tinggi.

Salah satu tokoh yang paling getol melestarikan permainan tradisional adahal Mohammad Zaini Alif. Sosok yang lebih dikenal dengan sebutan Kang Zaini ini memang salah seorang pemerhati budaya Sunda. Beliau mengaku ingin tetap menjaga keberadaan seni permainan tradisional dan akhirnya mendirikan Komunitas Hong pada tahun 2004. Pada tahun 2008, komunitas ini diresmikan dan kini memiliki anggota sebanyak 150 orang. Yang luar biasa adalah, anggota dari komunitas ini memiliki rentang usia dari 6 tahun hingga yang paling tua 90 tahun. Wow!

Komunitas yang berada di Pekarangan Ulin Dago Pakar, Kota Bandung ini berhasil mendokumentasikan sekaligus melestarikan cukup banyak permainan tradisional Tanah Air. Setidaknya, 250 permainan tradisional khas Sunda, 213 permainan tradisional yang berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta 50 jenis permainan tradisional dari Lampung bisa kita mainkan di komunitas unik ini. Bahkan, ada permainan tradisional lainnya dari sepuluh negara yang juga bisa kita pelajari disini.

Tak hanya mendokumentasikan permainan tradisional, Komunitas Hong ini juga mengijinkan kita untuk bergabung dan memainkan setidaknya satu permainan tradisional. Dengan memainkannya, kita tentu akan ikut berperan dalam melestarikannya  bukan?

Seperti diungkapkan Kang Zaini, keinginannya untuk melestarikan permainan tradisional adalah karena permainan tradisional itu unik dan memiliki karya seni yang tinggi. Tak hanya menyenangkan untuk dilakukan, permainan ini juga bisa melatih kerjasama sekaligus melatih emosi anak.

Demi mewujudkan harapannya agar semakin banyak anak yang memainkan permainan tradisional, Komunitas Hong juga melakukan pelatihan permainan anak bernama Kampung Kolecer yang bertempat di Kampung Bolang, Kabupaten Subang.Di tempat ini, Komunitas Hong juga selalu mengadakan festival Kolecer secara rutin. Festival ini sendiri menyuguhkan upacara adat dan berbagai permainan rakyat yang sangat menarik.

Jika Anda ingin bergabung atau setidaknya melihat dokumentasi permainan tradisional di Komunitas Hong, kita hanya perlu mengunjungi Jl. Bukit Pakar Utara nomor 35, kota Bandung. Komunitas ini juga memiliki tempat pameran tersendiri di Jl. Merak nomor 2, Bandung. Cukup hanya dengan membayar uang tiket masuk sebesar Rp 50 ribu untuk tiap orangnya, kita bisa memainan permainan tradisional sekaligus mendapat dokumentasinya. Tak hanya itu, kita juga bisa menikmati paket makanan dan minuman tradisional seperti ubi rebus, kacang rebus, sayuran rebung, bandrek dan lain sebagainya. (AR/IB)

Tags :