Tradisi Mudik Lebaran Picu Gejolak Ekonomi Daerah

Selain sebagai ajang berkumpul bersama keluarga dan sanak saudara di kampung halaman, tradisi mudik saat lebaran juga ternyata memberikan dampak positif bagi perekonomian di Indonesia. Berdasarkan prediksi Indonesian Develompment and Islamic Studies (IDEAS) sebanyak 33 juta jiwa akan melakukan mudik lebaran pada 2017 di seluruh Indonesia.

Tradisi Mudik Lebaran Picu Gejolak Ekonomi Daerah
939
View
Komentar

Selain sebagai ajang berkumpul bersama keluarga dan sanak saudara di kampung halaman, tradisi mudik saat lebaran juga ternyata memberikan dampak positif bagi perkonomian di Indonesia. Berdasarkan prediksi Indonesian Develompment and Islamic Studies (IDEAS) sebanyak 33 juta jiwa akan melakukan mudik lebaran pada 2017 di seluruh Indonesia. Dengan jumlah pemudik yang tidak sedikit tersebut sudah tentu membawa pengaruh bagi geliat laju ekonomi di Indonesia.

David Sumual Ekonom BCA menyebutkan jika tradisi mudik baik di Indonesia maupun di negara lain memiliki dampak sama yang dapat menggerakkan sejumlah sektor Industri. Misalnya pada sektor transportasi, konsumsi dan jasa. Sedangkan bagi daerah, tradisi mudik ini juga membawa dampak besar terhadap gejolak ekonomi daerah, terutama di pulau Jawa. Pasalnya, potensi daerah asal pemudik terbesar adalah Pulau Jawa dengan angka sekitar 68 persen dari total pemudik.

David memperkirakan sekitar Rp 70 Triliun akan mengalir ke daerah. Hal tersebut disebabkan karena masyarakat yang pulang kampung akan berbelanja disana, pergi wisata dan makan.

“Mudik meningkatkan ekonomi daerah. Masyarakat pulang kampung halaman, dan mereka akan belanja di sana, pergi wisata dan juga makan,” ujar David.

Sementara itu, Mentri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani juga mengamati bahwa dalam satu dekade terakhir ini ekonomi Indonesia saat lebaran memutar cukup kuat. Pasalnya pelaku usaha kini sudah mulai pragmatis. Misalnya banyak rumah makan yang tetap buka meski tengah lebaran.

“Saya memperhatikan ekonomi Indonesia selama 1 dekade ini, dulu kalau lebaran sulit dapat tempat makan. Sekarang tempat usaha mulai pragmatis, sehingga banyak rumah makan yang buka saat lebaran. Jadi hal ini menjadikan ekonomi memutar cukup banyak,” ujar Sri Mulyani, Minggu (25/6).

Selain itu, banyaknya orang yang akan berlibur atau hanya sekedar rekreasi bersama keluarga diyakini Sri Mulyani akan meningkatkan perputaran uang dan kegiatan ekonomi terutama di daerah-daerah. Hal tersebut disebabkan karena saat tradisi mudik kegiatan konsumsi akan banyak terjadi disana.

Di sisi lain, masalah yang muncul dalam rangkaian moment mudik yakni proses urbanisasi. Terkadang pemudik juga membawa sanak keluarga menuju kota untuk mencoba peruntungan disana. Sedangkan potensi daerah urbanisasi terbesar adalah menuju Jawa, yakni sekitar 65 persen dari total pemudik. Hal ini yang seharusnya kini mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Pembangunan infrastruktur tak hanya digalakkan di pusat kota tapi di daerah-daerah.  Agar laju ekonomi dapat merata hingga ke penjuru negeri. (NA)

Tags :