Yuk, Wisata Belanja plus Belajar Batik di Kampung Kemplong Wiradesa!

Yuk, Wisata Belanja plus Belajar Batik di Kampung Kemplong Wiradesa!
Kampung Batik di Pekalongan. (Liputan6)

Dengan proses pengerjaan yang lumayan rumit, wajar kalau batik dihargai mahal. Nggak percaya? Silakan mengikuti proses pembuatannya di Kampung Batik Kemplong Wiradesa!

Inibaru.id- Batik jadi salah satu warisan budaya asli Indonesia yang sudah diakui dunia. Dalam acara-acara resmi seperti kondangan, kalau kamu bingung pengin pakai apa, coba saja batik. Dijamin nggak bakal saltum!

Bicara tentang batik nggak lengkap rasanya kalau nggak menyebut Pekalongan yang dijuluki Kota Batik. Salah satu penghasil batik di Pekalongan berada di Kampung Batik Kemplong Wiradesa. Di sana, kamu nggak cuma bisa berbelanja, tapi juga sekaligus belajar membuat batik.

Kampung yang berada sekitar 10-15 kilometer dari pusat kota Kabupaten Pekalongan ini nggak bakal sulit kamu temukan, karena ada gerbang dengan tulisan cukup besar: Kampung Batik Wiradesa. 

Warga kampung batik Kemplong Wiradesa banyak menggantungkan perekonomiannya dari produksi batik. (Gemahsumilir)<br>
Warga kampung batik Kemplong Wiradesa banyak menggantungkan perekonomiannya dari produksi batik. (Gemahsumilir)

Sepanjang jalan di kampung tersebut, menyaksikan kain batik yang tengah dijemur di depan rumah adalah hal lumrah. Hampir seluruh warga kampung ini memang memproduksi batik, lalu dijual di toko yang berada nggak jauh dari rumah.

Selain sebagai etalase, toko-toko itu biasanya juga berfungsi sebagai workshop. Jadi, selain berburu batik warna-warni, kamu juga bisa menyaksikan gimana proses selembar kain polos bisa menjadi batik bernilai jual.

Sebagian besar toko bakal dengan senang hati menunjukan proses pembuatan batik tulis, mulai dari menggambar motif, mewarnai kain, hingga menggores malam di kain memakai canting. Selain batik tulis, kamu juga sekaligus bisa menyaksikan proses pembuatan batik cap.

Pelbagai jenis batik tengah dijemur di dekat rumah. (Khairulleon)
Pelbagai jenis batik tengah dijemur di dekat rumah. (Khairulleon)

Seperti kita tahu, Batik Pekalongan banyak terpengaruh budaya Tiongkok, India, Arab, dan Eropa. Pengaruh Belanda masuk sejak abad ke-19 oleh seorang pencinta batik keturunan campuran Belanda-Indonesia Van Zuylen dan istrinya yang tinggal di Pekalongan.

Nah, buat kamu yang pengin lebih mengenal batik di Pekalongan, nggak ada salahnya main ke tempat ini. Sehelai kain batik kombinasi cap dan tulis di sini dibanderol dengan harga Rp 150 ribu hingga Rp 1 juta. Masuk di kantonglah, apalagi kalau kamu pandai menawar! (MG25/E03)