Yang Legendaris dari Batik Pekalongan: Batik Art Oey Soe Tjoen

Yang Legendaris dari Batik Pekalongan: Batik Art Oey Soe Tjoen

Nama besar Oey Soe Tjoen sebagai pembatik di Pekalongan tak sirna hingga sekarang. Kendati batiknya nggak bisa dibilang murah, orang-orang memburunya lantaran unik dan sangat langka.

Inibaru.id – Dijuluki sebagai Kota Batik, daerah yang juga diberi gelar Kota Kreatif oleh UNESCO ini punya segudang wilayah yang bisa kamu jadikan destinasi saat ingin membeli batik. Yap, mana lagi kalau bukan Pekalongan, Jawa Tengah.

Batik menjadi hal paling ikonik di Pekalongan, tentu saja selain megono dan soto tauto. Pelbagai macam motif batik tersedia di kota ini, dengan harga yang juga cukup variatif. Di Pekalongan,kamu bisa menyusuri batik dari yang legendaris hingga yang mengusung konsep modern.

Nah, kalau kamu penyuka sejarah, berkunjung ke Batik Art Oey Soe Tjoen mungkin bisa menjadi pilihan tepat. Di sana, kamu bakal menyambangi toko seorang pembatik yang telah memegang canting jauh sebelum Indonesia meraih kemerdekaannya.

Pemilik toko yang berada di Jalan Raya Kedungwuni ini adalah Widianti Widjajaya. Dia merupakan penerus Oey Soe Tjoen yang membuat batik sejak 1925. Saking legendarisnya, ada batik keluaran Oey Soe Tjoen yang dipajang di Museum Batik Pekalongan, lo.

Motif pesisir biasanya menjadi karakteristik utama batik ini. Namun, Widianti juga menciptakan beragam motif baru seperti batik hokokai dengan motik merak, bunga, dan kuku untuk memenuhi pesanan dari Jepang.

Batik dari toko ini konon sudah melanglang buana hingga ke Eropa, Jepang, Singapura, dan Amerika Serikat. Wajar saja, harganya pun mencapai belasan hingga puluhan juta, bahkan lebih. Namun, ini sebanding, karena proses pembuatannya pun memakan waktu yang cukup lama.

Harga yang tinggi ini juga diikuti dengan kualitas yang nggak sembarangan, plus kelangkaan corak kain khas Batik Oey Soe Tjoen.

Kendati pernah mengalami kendala produksi karena kehilangan pengrajin, Batik Oey Soe Tjoen masih bertahan hingga sekarang.

Berniat menyambanginya? Silakan menuju Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Semarang, dan bertanyalah ke penduduk setempat. Dijamin pasti ketemu! (IB20/E03)