Sejuk dan Tenangnya Waduk Gunung Rowo, Ceruk Buatan di Tengah Pegunungan Muria
Jembatan yang menjorok ke tengah membuatmu serasa mengambang di atas waduk. (Instagram/madadane_)

Sejuk dan Tenangnya Waduk Gunung Rowo, Ceruk Buatan di Tengah Pegunungan Muria

Kendati belum merupakan landmark wisata di Pati, Waduk Gunung Rowo bisa kamu jadikan tujuan wisata saat berkunjung ke kabupaten tersebut, terlebih kalau kamu mencari ketenangan di tempat tersebut.

Inibaru.id – Alkisah, Sam Poo Kong suatu ketika bertemu Sunan Muria di padepokannya. Sunan Muria heran lantaran pengembara dari Tiongkok itu bilang datang berperahu ke padepokan yang berada di pegunungan tersebut. Sunan baru percaya saat melihat perahu Sam Poo Kong yang terparkir di sebuah rawa di pegunungan.

Konon, inilah ihwal terbentuknya Gunung Rowo, rawa buatan yang menjadi destinasi wisata di Pati, Jawa Tengah. Waduk yang dibangun pemerintah kolonial Belanda selama tujuh tahun (1918-1925) itu memang penuh mitos dan legenda, termasuk adanya ular besar berkepala manusia dan ubur-ubur raksasa penghuni waduk.

Tempatnya asyik buat kontemplasi sejenak. (Patisosmed.blogspot)

Terlepas dari kisah di balik lokawisata yang berada di Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong itu, Waduk Gunung Rowo menyimpan keindahan yang perlu kamu buktikan sendiri.  Lokasinya mudah dijangkau dari pusat kota Pati, baik menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum.

Jalan dari Pati menuju Gembong juga sudah mulus. Sepanjang perjalanan, kamu bakal disuguhi pemandangan hijau nan menyejukkan mata, mulai dari kebun jati, rambutan, durian, jeruk bali, dan lain-lain.

Datang Pas Musim Penghujan

Waduk Gunung Rowo paling pas kamu sambangi pas musim penghujan. Saat itu, debit airnya cukup tinggi untuk kamu berperahu atau sekadar menikmati pemandangan pegunungan Muria yang terpantul di permukaan waduk. Hm, bisa bayangin, kan?

Kalau kamu beruntung bisa melihat Laut Jawa, lo. (Patisosmed.blogspot)

Kamu yang pengin liburan bareng pasangan atau keluarga, nggak ada salahnya menyambangi tempat ini. Atau, jika pengin sendiri untuk sekadar me time melepas penat, waduk tersebut juga bisa jadi tempat yang tepat untuk menepi sejenak.

Saat cuaca cerah, berdirilah di atas tanggul bendungan Gunung Rowo, lalu menghadap timur. Dari sana, kamu bisa menyaksikan Laut Jawa dari kejauhan. Sembari menggenggam jemari pasangan, romantis kali ya! Ha-ha.

Nelayan menjala ikan di Waduk Gunung Rowo. (Wisatalengkap)

Dengan luas sekitar 32 hektare, waduk yang mampu menampung 5,5 juta meter kubik air ini merupakan sumber air sekaligus irigasi pertanian masyarakat sekitar. Sejumlah warga juga mengais rezeki dengan menjadi nelayan. Mereka menangkap ikan yang bertebaran di waduk dengan memancing atau menjalanya.

Bersepeda Mengelilingi Waduk Gunung Rowo

Nggak melulu tentang waduk, air, dan bendungan, kamu yang suka trekking juga bisa menikmati alam sekitar waduk yang cukup asri. Kamu bisa bersepeda mengelilingi waduk. Atau, lepaskan alas kakimu dan bertelanjang kakilah berjalan di sekitar waduk.

Tulisan instagenik di Waduk Gunung Rowo. (Instagram/coxiucox)

Lapar? Kamu bisa membeli camilan atau makan besar di tenda-tenda pedagang kaki lima di sekitar tempat wisata tersebut. Harganya pun nyaman di kantong.

Kendati belum dikelola secara maksimal, fasilitas MCK serta wahana permainan anak juga telah tersedia. Jadi, nggak ada salahnya berlibur ke Waduk Gunung Rowo. Siapa tahu kamu bertemu perahu Sam Poo Kong! Ha-ha. (MG26/E03)