Ketika Bambu Dimuliakan di Pasar Papringan

Berada di bawah kerimbunan pohon bambu, di Pasar Papringan kamu bisa menjumpai aneka kuliner tradisional dan dolanan tradisional. Alih-alih menggunakan uang kartal rupiah, pasar ini menggunakan uang pring untuk transaksi jual-beli. Unik!

Ketika Bambu Dimuliakan di Pasar Papringan
Pasar Papringan (plukme.com)

Inibaru.id – Sobat Millens ingin berwisata ke tempat yang unik? Maka di Temanggung ada Pasar Papringan yang bisa jadi alternatif. Ini salah satu destinasi wisata yang lagi ngehit, berlokasi di Desa Ngadiprono, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Meski berlokasi di tengah pelosok desa, pasar itu tetap diburu wisatawan. Rata-rata, 5 ribu pengunjung hadir setiap Pasar Papringan diselenggarakan. Bukan hanya warga Temanggung saja, tapi juga dari luar daerah. Bahkan ada juga warga mancanegara, lo. Wah, memang apa sih daya tariknya?

Ini lantaran Pasar Papringan memiliki konsep unik. Mengutip voaindonesia.com (16/1/2018), kata papringan diambil dari bahasa Jawa yang berarti “kebun bambu”, yang memang dijadikan sebagai lokasi pasar. Salah satu keunikan Pasar Papringan yaitu untuk transaksi jual beli bukan dengan uang kartal rupiah melainkan menggunakan uang pring yang terbuat dari kepingan bambu. Jadi, kamu wajib untuk menukarkan uang rupiahmu di area penukaran uang sebelum masuk pasar. Unik,bukan?

Baca juga:
Keunikan-Keunikan Pasar Papringan
Hutan Tinjomoyo: Dulu Mangkrak, Kini Semarak

Untuk nilai uang pringnya adalah seribu rupiah per satuanya. Eits, perlu diingat ya, uang yang sudah ditukar ini nggak bisa ditukar kembali menjadi rupiah. Tapi tenang saja, kamu  masih bisa menggunakannya di kunjungan berikutnya kok. Atau kamu bisa menyimpannya sebagai suvenir.

Memiliki luas sekitar 1.500 meter persegi, kamu dapat menemukan aneka makanan dan minuman tradisional di Pasar Papringan. Mulai dari nasi jagung, soto lesah, pecel, gudeg,  nglemeng, ndas borok, grontol jagung, wedang ronde, wedang tape, kopi tubruk, wedang pring, beragam aneka jajan pasar dan masih banyak aneka kuliner lainnya yang dapat dinikmati. Wah, banyak sekali, ya?

Oya, merupakan hasil kreasi warga sekitar, semua makanan yang dijual merupakan makanan sehat, lo. Karena semua makanan diharuskan berbahan alami, tanpa menggunakan bahan pewarna, bahan kimia, penyedap rasa atau micin. Cocok nih buat kamu para pencinta kuliner sehat.

Keunikan lainnya, semua jajanan kuliner tersebut disajikan dalam wadah berupa piring gerabah, batok kelapa, daun pisang, dan bahkan ada yang dibungkus dalam anyaman bambu. Jadi kamu nggak akan menemukan plastik pembungkus dan kantong belanja karena haram hukumnya digunakan di pasar ini. Buat kamu yang ingin membawa belanjaan, sebagai gantinya disediakan keranjang dari anyaman bambu. Wah, benar-benar go green nih.

Baca juga:
Lima Lokawisata Temanggung yang Pesonanya Kamu Banget
Tips Bermain River Tubing yang Aman-Soleman, Nyaman, dan Seru

Tenang saja, untuk masuk Pasar Papringan gratis kok. Kamu cukup bayar tiket parkir kendaraan. Eits, tapi kalau ingin berkunjung kamu harus bersabar ya. Pasalnya pasar yang memiliki sekitar 80 pelapak itu hanya buka setiap Minggu Pon dan Minggu Wage. Mulai pukul 06.00- 12.00 WIB. Jadi, cek kalender dulu ya sebelum datang. Oke? (IB05/E02)

Berbagai fasilitas pendukung juga disediakan di Pasar Papringan, lo. Seperti smoking area, bilik menyusui, dan ada pula fasilitas perpustakan. Untuk anak-anak, mereka bisa bermain dolanan di area play ground seperti engrang, bakiak, ayunan bambu, dan lainnya.Selain aneka kuliner, kamu juga bisa menemukan banyak barang bervariasi yang bisa kamu beli. Mulai dari aneka hasil pertanian dari warga setempat, beberapa jenis hewan ternak, mainan tradisional, jasa potong rambut, hingga jasa pijat.