Telaga Tak Terjamah Bernama Sidringo

Telaga Tak Terjamah Bernama Sidringo
Telaga Sidringo. (Wisatadieng.net)

Kalau kamu jatuh cinta dengan keindahan Ranu Kumbolo di jalur pendakian Gunung Semeru, kamu pasti akan menyukai “kembaran” yang ada di Kabupaten Batang, Jawa Tengah ini. Yap, Telaga Sidringo menawarkan eksotisme yang menakjubkan.

Inibaru.id – Eksotisme panorama Ranu Kumbolo, sebuah telaga di rute pendakian Gunung Semeru memang nggak diragukan lagi. Eits, tetapi di Jawa Tengah, ada juga telaga yang nggak kalah cantiknya, lo. Telaga Sidringo namanya, berlokasi di Desa Mojotengah, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Telaga yang berada pada ketinggian 2.222 mdpl ini kerap digunakan para pelancong untuk berkemah. Telaga tersebut diimpit perbukitan hijau nan asri yang menambah keelokan pemandangan. Hamparan padang sabana juga bakal menenangkan diri.

Pada malam hari, kamu akan terpukau dengan suguhan langit malam yang penuh taburan bintang. Kalau langit benar-benar cerah, kamu bahkan bisa melihat galaksi milky way, lo. Asyiknya!

Nah, keesokan harinya, kamu patut bangun lebih pagi untuk melihat sunrise di area ini. Panoramanya nggak kalah menakjubkan. Matahari terbit di sela-sela perbukitan, lalu perlahan akan naik dan sinarnya akan dipantulkan air telaga. Ditemani kabut tipis, susah untuk nggak terpukau dengan pemandangan yang ditawarkan telaga ini.

Telaga Sidringo. (Sportourism.id)

Ingin melakukan aktivitas lain? Kamu bisa memancing ikan-ikan di telaga, seperti ditulis Travelingyuk.com. Oya, kendati nggak disarankan berenang, kamu bisa bermain air di tepian. Jangan lupa membawa kamera, ya! Kamu bisa mengabadikan keelokan panorama tempat ini dalam hasil jepretan kamu.

Tribunnews.com (7/4/2018) menulis, untuk menuju ke telaga ini, kamu perlu menempuh jarak sekitar 40 kilometer dari alun-alun kota menuju Dukuh Wonopriyo, Desa Gerlang. Dari desa tersebut, kamu akan melewati jalan beton yang di kanan dan kirinya dipenuhi hutan pinus dan ladang warga. Lalu, kamu akan menyusuri ladang pertanian yang penuh bebatuan. Ada dua kawah belerang yang akan kamu temui dalam perjalanan.

Kendati perlu effort untuk mencapai telaga ini, rasa lelah akan terbayar lunas begitu sampai. Nggak ada biaya lebih untuk masuk ke telaga ini kecuali biaya parkir sebesar Rp 2.000. Kalau menginap, kamu hanya perlu membayar Rp 10.000. Murah, kan?

Oya, meskipun sudah kerap dikunjungi, Telaga Sidringo belum memiliki pengelolaan secara khusus. Belum ada pengelola tetap, bahkan penjagaan biasanya baru bisa dilakukan saat akhir pekan. Perawan sekali!

Jadi, yuk, berwisata ke Telaga Sidringo! (IB08/E03)