Taman Usman Janatin Purbalingga, Nasibmu Kini..

Taman Usman Janatin Purbalingga, Nasibmu Kini..
Halaman depan Taman Usman Janatin. (Inibaru.id/ Inadha Rahma Nidya)

Taman Usman Janatin yang diresmikan pada 29 Juni 2010 merupakan salah satu taman kota di Kabupaten Purbalingga. Namun sejak 2018 lalu, taman ini nggak lagi diminati pengunjung dan akhirnya mangkrak.

Inibaru.id – Kalau kamu pernah jalan-jalan ke Kabupaten Purbalingga, kemungkinan besar kamu pernah melihat Taman Usman Janatin. Kenapa? Karena letak Taman Usman Janatin ini sangat strategis yaitu di tengah kota, tepatnya Jalan A. Yani.

Salah satu sudut Taman Usman Janatin. (Inibaru.id/ Inadha Rahma Nidya)Salah satu sudut Taman Usman Janatin. (Inibaru.id/ Inadha Rahma Nidya)

Awalnya, taman ini dibangun sebagai pusat rekreasi dan hiburan kota, untuk menarik wisatawan. Keberadaan taman ini diharapkan dapat membantu perekonomian masyarakat. Sayangnya, umur Taman Usman Janatin nggak berlangsung lama. Padahal fasilitas di taman ini cukup lengkap, lo. Ada amphitheatre, pujasera, panggung seni, serta wahana 3 dimensi.

Daun-daun kering dibiarkan berserakan di area Taman Usman Janatin. (Inibaru.id/ Inadha Rahma Nidya)

Taman yang dulunya selalu bersih kini nggak terawat. (Inibaru.id/ Inadha Rahma Nidya)

Kurangnya minat pengunjung diperkirakan lantaran jenis wahana permainan yang tersedia nggak sesuai selera. Saat ini, pengunjung lebih menyukai wahana dan wisata interaktif. Selain itu, letak Taman Usman Janatin yang berada di tengah kota menyebabkan udara terasa lebih panas.

PD Owabong selaku pengelola Taman Usman Janatin mengaku telah merugi sejak tahun 2017. Dilansir dari satelitpost, hingga bulan November 2017 kerugian yang dialami mencapai Rp 560.034.814. Sedangkan kontrak pengelolaan selesai pada bulan Oktober 2018. Duh!

Dinding di Taman Usman Janatin dipenuhi coret-coret. (Inibaru.id/ Inadha Rahma Nidya)

Dinding di Taman Usman Janatin nggak lepas dari tindakan vandalisme. (Inibaru.id/ Inadha Rahma Nidya)

Kini, Taman Usman Janatin terlihat nggak terawat. Sampah daun kering dibiarkan berserakan. Dinding-dinding bekas kios pedagang terlihat dipenuhi coret-coret. Lampu pun tetap menyala hingga siang hari. Di satu sudut taman, terlihat tumpukan meja dan kursi yang dibiarkan rusak lantaran terkena terik dan hujan terus menerus.

Tumpukan meja dan kursi Pujasera yang terbengkalai. (Inibaru.id/ Inadha Rahma Nidya)Tumpukan meja dan kursi Pujasera yang terbengkalai. (Inibaru.id/ Inadha Rahma Nidya)

Jika kamu melakukan pencarian tentang Taman Usman Janatin di Google, kamu bisa melihat foto-foto Taman Usman Janatin ketika masih beroperasi. Dulu di depan Taman Usman Janatin, terdapat sign bertuliskan ‘Love’ yang sempat menjadi salah satu spot foto favorit. Yang juga bikin taman selalu ramai juga wahana boom boom car dan permainan lainnya. Sayangnya, sekarang sign love dan wahana permainan tersebut tinggal kenangan.

Sayang banget ya Millens, Taman Usman Janatin harus tutup. Semoga pemerintah daerah memberi perhatian ya biar taman ini bergeliat kembali. (Inadha Rahma Nidya/E05)