Susuri Jejak Seni Bertutur Jawa di Museum Wayang Indonesia

Susuri Jejak Seni Bertutur Jawa di Museum Wayang Indonesia
Seorang pengunjung mengamati koleksi wayang di Museum Wayang Indonesia di Kecamatan Wuryantoro, Wonogiri. (Antara/Akbar Nugroho)

Selain menjadi tempat memajang koleksi wayang tertua, Museum Wayang Indonesia adalah "rumah" bagi ratusan koleksi wayang yang ada di Tanah Jawa.

Inibaru.id - Wayang kulit, siapa tak mengenalnya? Pertunjukan bayangan boneka yang lekat dengan budaya Jawa dan kepercayaan Hindu itu berkembang pesat di Jawa dan Bali, kendati juga dikenal di Sumatra dan Semenanjung Malaya.

Pada zamannya, wayang kulit adalah seni kesohor yang dikenal semua kalangan. Sayang, pamornya kian redup lantaran banyak seni pertunjukan lain yang acap dinilai lebih kekinian. Mungkin, nggak banyak lagi kaum millennials yang masih mengenal wayang.

Harga nanggap yang mahal dan regenerasi dalang yang kian sulit membuat wayang kian tersisih, terlebih di kalangan masyarakat urban. Menonton seni bertutur yang masuk daftar warisan UNESCO tersebut saat ini hampir mustahil dilakukan.

Sedih? Tentu saja. Namun begitu, kamu tetap bisa mengenal warisan asli Jawa yang konon dibawa dari India itu di sejumlah tempat, salah satunya di Museum Wayang Kulit yang berada di Wonogiri, Jawa Tengah.

Koleksi wayang di Museum Wayang Indonesia. (fahmianhar.com)

Lokasinya yang berada di Kecamatan Wuryantoro membuat museum yang didirikan pada 2004 ini dikenal masyarakat setempat sebagai Museum Wayang Kulit Wuryantoro. Ada pula yang menyebutnya Museum Wayang Indonesia.

Disebut Museum Wayang Indonesia karena tempat itu dikenal sebagai “rumah” bagi pelbagai wayang yang nggak hanya dari Jawa Tengah, tapi juga dari Jawa Barat hingga Bali. Konon, koleksinya mencapai 200 buah, Millens!

Museum yang dibangun atas inisiasi Begug Poernomosidi, dalang cum bupati Wonogiri, tersebut memang menjadi tempat yang pas buat kamu yang pengin belajar perwayangan. Di sana ada wayang kulit purwa, wayang golek, wayang Bali, wayang klitik, wayang suket (rumput), wayang beber dari Bali, topeng, bahkan bakalan wayang pun ada.

Semar Terkecil

Selain berbagai jenis wayang, kamu juga bisa menyaksikan lukisan Semar, sosok pengasuh para ksatria dalam dunia pewayangan Tanah Jawa, yang berukuran sangat kecil, yakni 3x3 sentimeter saja. Saking kecilnya, lukisan karya Ki Djoko Sutedjo itu sempat diganjar rekor Muri pada Agustus 1998.

Oya, kamu juga bisa menyaksikan koleksi Begug Poernomosidi, antara lain wayang Semar yang berangka tahun 1716, sekaligus menjadi koleksi tertua museum. Terus, ada juga wayang Limbuk dan Cangik yang dikenal warga Wonogiri sebagai media komunikasi Begug, sebagai bupati, dengan mereka.

Suasana di Museum Wayang Indonesia Wonogiri, Jawa Tengah. (Instagram/@yektiprasetyani)

Menarik, bukan? Kamu bisa menjadikan Museum Wayang Indonesia sebagai alternatif lokawisata yang ramah bagi keluarga, lo. Selain itu, lokasi museum yang buka mulai pukul 07.00 hingga 14.00 WIB tersebut juga mudah dijangkau.

Jarak museum dari pusat Kota Wonogiri nggak lebih dari 15 kilometer atau sekitar 30 menit dengan kendaraan pribadi. Begitu tiba di Kecamatan Wuryantoro, kamu tinggal mencari Kompleks Padepokan Pak Bei Tani M Ng Prawirowihardjo. Ya, di situlah tempatnya!

Terakhir, jangan datang pas Minggu ya, Millens, karena museum hanya buka selama weekdays, yakni dari Senin sampai Sabtu.

Yuk, ajak keluarga, saudara, kerabat, atau teman sebanyak-banyaknya, lalu bareng-bareng mengenal wayang! (IB20/E05)