Suguhkan Pengalaman Wisata Baru, Kampung Anggur di Bantul Ini Viral

Suguhkan Pengalaman Wisata Baru, Kampung Anggur di Bantul Ini Viral
Wisatawan di Kampung Anggur. (bernasnews.com)

Di Kampung Anggur, kamu bisa memetik dan menikmati anggur segar langsung dari pohonnya. Selain itu, ada pula paket edukasi untuk belajar membudidayakan tanaman anggur. Bagaimana kisahnya?

Inibaru.id – Meski harganya relatif mahal, namun buah anggur tetap menjadi buruan. Sayangnya, kebanyakan anggur yang ada di pasaran adalah anggur impor yang patut diragukan kesegarannya.

Eits, nggak perlu khawatir. Kini kamu bisa menikmati anggur segar lokal lo, Millens! Di Dusun Plumbungan, Desa Sumbermulyo, Bantul, Yogyakarta ini kamu bisa menikmati anggur dari pohonnya. Yup, wisata anggur ini tengah viral di media sosial.

Di sini, setiap halaman rumah warga ditanami pohon anggur. Hal itulah yang bikin kampung tersebut dijuluki Kampung Anggur. Adanya pohon anggur di kampung tersebut awalnya merupakan kegiatan ibu-ibu pada 2018. Pun awalnya hanya ada tiga rumah yang menanamnya.

Kamu bisa petik langsung anggurnya! (Cendananews)
Kamu bisa petik langsung anggurnya! (Cendananews)

Ketua RT 4 Plumbungan Muhammad Hisyam, menjelaskan bawa pohon-pohon anggur tersebut mulai berbuah pada 2019 lalu.

“Pada tahun 2019 baru berbuah dan dikenal menjadi Kampung Anggur pada tahun 2020 ini,” tutur Hisyam.

Saat itu Hisyam bahkan mengaku belum siap untuk viral karena belum ada petunjuk arah menuju ke tempat tersebut. Dirinya menambahkan bahwa yang kali pertama menanam pohon anggur dan akhirnya viral adalah tanaman anggur milik warga RT 04 Plumbungan. Keberhasilan menanam anggur ini kemudian diikuti oleh warga RT lain.

Kini, setiap rumah warga di RT 01 hingga RT 05 Plumbungan telah memiliki pohon anggur.

"Rata-rata yang ditanam anggur jenis Ninel, tetapi juga ada jenis Julian, Anggelica, dan Evres,” ungkap Hisyam.

Harga anggur per kilo di kampung tersebut dibanderol Rp 100 ribu. Yang istimewa, pengunjung bisa memetik dan memakan anggur segar di lokasi. Duh bikin kemecer banget ya!

Selain buah anggur, kamu juga bisa membeli bibit pohon anggur seharga Rp 125 ribu hingga Rp 200 ribu. Harga tersebut tergantung jenis dan ukuran pot. Warga setempat juga menyediakan paket eduwisata yang pengin belajar menanam dan mengelola perkebunan anggur lo.

Kamu juga bisa membeli bibit anggur lo. (bernasnews.com)
Kamu juga bisa membeli bibit anggur lo. (bernasnews.com)

“Dari membuat bibit, menanam pohon anggur hingga pengolahan lebih lanjut dari pohon anggur,” ungkap Hisyam.

Menurutnya, nggak cuma buahnya saja yang bisa dimanfaatkan. Namun daun anggur juga bisa diolah menjadi berbagai camilan seperti keripik dan masakan tradisional buntil dan sayur asem

Selain menjadi tujuan wisata, Dusun Plumbungan juga telah menorehkan prestasi dan sejarah baru di bidang holtikultura. Para petani anggur di sana berhasil mengembangkan tanaman anggur yang diberi nama Anggur Satria Taman Sari I yang kini juga telah dipatenkan. Anggur ini berasal dari varietas Ninel hanya rasanya lebih manis. Hm

Wisata petik buah memang selalu menarik untuk dikunjungi ya, Millens! Katanya, waktu yang paling tepat mengunjungi Kampung Anggur adalah Juli sampai Oktober. Mumpung akhir pekan, yuk agendakan! (Ber/IB27/E05)