Solek Menyolek Poso; Dulu Penuh Stigma Jelek, Kini Jadi Kota Nan Molek

Solek Menyolek Poso; Dulu Penuh Stigma Jelek, Kini Jadi Kota Nan Molek
Poso kini dikenal ramah dan jauh dari kesan mencekam. (Dok. Youtube Metro TV)

Jauh dari stigma jelek, kini Poso berkembang menjadi kota nan molek dan ramah. Berkat kolaborasi masyarakat dan pemerintah, potensi Kota Poso dapat diperkenalkan pada dunia luar melalui internet dengan baik.

Inibaru.id – Senja itu Tim Ekspedisi untuk Negeri melaju ke Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Untuk sampai di sana, kami harus melewati jalan Trans Sulawesi yang didominasi pegunungan. Poso mulai berkembang sebagai kota pelabuhan kecil di mulut Sungai Poso mulai akhir abad ke-19.

Jika kamu menganggap Poso sebagai kota yang mencekam, kamu akan segera menampik stigma tersebut setelah melihat keindahan kota yang banyak dikunjungi para pelintas dari berbagai daerah ini. Ya, Poso menyajikan hamparan pantai yang menyejukkan serta jauh dari kesan negatif.

Perlu kamu tahu, kondisi geografis di sini menyebabkan 6 dari 19 kecamatan di Kota Poso punya jarak tempuh yang begitu lama untuk sampai di pusat kota. Hal ini mendukung agar jaringan telekomunikasi dikembangkan di sini.

Salah satu hasil dari ketersediaan jaringan internet yang baik ini berhasil mendukung berbagai kegiatan pemerintahan, pendidikan, hingga ekonomi warga lo, Millens! Seperti saat ini, warga di Kota Poso sudah bisa menikmati WiFi gratis di berbagai ruang publik.

Internet bantu memaksimalkan berbagai potensi di Poso. (Dok. Youtube Metro TV)
Internet bantu memaksimalkan berbagai potensi di Poso. (Dok. Youtube Metro TV)

Ketersediaan internet ini juga mendukung pembelajaran jarak jauh di SDN 17 Poso yang menggunakan metode daring. Namun, nggak semua murid di sini siap dengan pembelajaran daring sehingga memaksa guru harus berkunjug dari rumah ke rumah.

“Sebagaian anak dan orang tua tidak punya ponsel, (jadi kami) mengajar ke rumah minimal lima anak per hari. Seminggu bisa turun tiga kali dan khusus siswa tidak mampu,” ungkap Hidayaturrahmi, tenaga pendidik di SDN 17 Poso.

Bantu Pemasaran Produk Khas Poso

Kehadiran internet ini nggak disia-siakan oleh para pelaku usaha di Kota Poso. Memaksimalkan potensi komoditas khas poso, kami bertemu para pelaku usaha yang kian menggeliat akibat kehadiran internet. Siang itu kami berkunjung ke kediaman Rizal Musafir yang memiliki workshop pengolahan kopi Poso.

Dirinya bertekad memperkenalkan kopi Poso dalam bentuk kemasan karena sebelumnya identitas kopi Poso hilang begitu saja karena para petani langsung menjual kopi mentah pada tengkulak. Adanya teknologi memudahkannya mengatasi masalah yang dihadapinya dalam usaha.

Internet bantu emasaran produk khas Poso. (Dok. Youtube Metro TV)
Internet bantu emasaran produk khas Poso. (Dok. Youtube Metro TV)

“Tiap ada kendala langsung browsing, banyak belajar dari internet,” ungkap Rizal.

Selain kopi Poso, kamu juga bisa mencoba olahan ikan sogili yang menjadi endemik di Danau Poso, Millens! Serupa ikan sidat (unagi), sogili juga sering diburu wisatawan asing saat berlibur ke Poso. Dengan kecanggihan teknologi, kini penjual olahan ikan sogili, Ilona, turut memasarkan produknya lewat internet.

“Omset awal pandemi turun karena kami belum menggunakan sosmed, di akhir ini semakin meningkat hingga nggak ada perbedaan sebelum pandemi dulu,” ungkap Ilona.

Singgahlah ke berbagai wisata jika berkunjung ke Poso. (Dok. Youtube Metro TV)
Singgahlah ke berbagai wisata jika berkunjung ke Poso. (Dok. Youtube Metro TV)

Nah, selain menikmati hamparan alam dan kulinernya, kalau ke Poso jangan lupa menutup harimu di situs megalitikum di Taman Nasional Lore Lindo, Lore Selatan, ya. Di sana kamu bakal menemukan situs patung yang ada sekitar 3.000 tahun yang lalu.

Menjadi salah satu situs tertua di Indonesia, tempat ini jadi bukti bahwa Poso adalah kawasan yang subur, aman, dan tenang untuk dihuni dan dikunjungi. Jadi kapan kamu akan berkunjung ke sini, Millens(IB27/E03)