Siang-Siang Daycation ke Curug Indrokilo, Menepi Sejenak dari Panasnya Semarang

Siang-Siang <em>Daycation</em> ke Curug Indrokilo, Menepi Sejenak dari Panasnya Semarang
Pemandangan Curug Indrokilo yang ada di Dusun Indrokilo, Desa Lerep, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. (Inibaru.id/ Lala Nilawanti)

Curug Indrokilo cocok untuk kamu yang sedang mencari suasana sejuk di tengah musim panas seperti sekarang ini. Kamu juga bisa menikmati asrinya Curug Indrokilo dengan tenang karena masih jarang orang yang datang ke curug tersebut.

Inibaru.id - Siang itu Semarang begitu terik. Saya yang bertolak dari Bergas, Kabupaten Semarang, menuju pusat kota akhirnya menyerah dan berencana ngadem dulu di Alun-alun Ungaran. Namun, saya lalu teringat pada tempat sejuk yang berada nggak jauh dari sana, yakni  Curug Indrokilo.

Kunjungan saya ke curug yang berada di Dusun Indrokilo, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, ini bukanlah yang pertama. Saya mengenal lokawisata "perawan" itu saat KKN di dusun tersebut sekitar Januari lalu. Tempatnya sejuk, indah, dan bikin betah.

Lantaran belum dikelola baik, perjalanan menuju air terjun ini tidaklah mudah. Kamu perlu berjalan kaki sekitar 15 menit dengan kondisi jalan yang naik-turun. Sekadar saran, bawalah air minum, biar nggak kehausan seperti saya, karena sepanjang jalan, setahu saya nggak ada yang berjualan air minum.

Eits, tapi jalan yang terjal dan rasa dahaga nggak bakal terasa, kok! Kaki saya ringan melangkah di jalan yang sudah dicor, meski ada beberapa bagian yang masih berupa susunan batu. Perkebunan kopi dan aren, serta kebun heterogen warga, di sepanjang jalan bikin perjalanan saya santuy.

Sedikit Kecewa

Nggak lama, gemericik air terjun terdengar dari kejauhan, yang otomatis membuat saya mempercepat langkah. Sayang, curah air di Curug Indrokolo nggak cukup deras pada musim kemarau, jauh berbeda saat saya berkunjung pada Januari lalu. Saya sedikit kecewa, tapi, ya, sudahlah!

Curug Indrokilo tampak dekat. (Inibaru.id/ Lala Nilawanti) 

Air masih nggrojok dari ketinggian menuju perengan batu yang menghitam dan pada beberapa sisi ditumbuhi lumut hijau. Seperti kali pertama berkunjung ke sini, saya kembali meminum airnya yang dingin dan segar. Dari penuturan warga, air itu layak diminum lantaran berasal dari mata air di sekitar air terjun.

Oya, untuk masuk ke Curug Indrokilo, kamu nggak perlu membayar tiket masuk karena memang air terjun setinggi sekitar 10 meter itu belum dikelola secara profesional. Lagipula, belum banyak wisatawan yang menyambangi tempat ini, kecuali petualang seperti saya! Ha-ha.

Saya merasa beruntung mengenal curug itu. Sebagai penyuka ketenangan, tempat tersebut selalu berhasil membuat saya melarikan diri dari rutinitas di perkotaan yang lumayan padat. Suasana yang asri, juga sama sekali nggak ada sampah plastik berserakan, betul-betul membuat saya betah berlama-lama di Curug Indrokilo.

Nah, kamu yang pengin menepi sejenak dari hiruk-pikuk Kota Semarang, nggak ada salahnya menyambangi tempat ini. Namun, ingat, bawa minum, biar nggak kehausan kayak saya! Ha-ha. (Lala Nilawanti/E03)