Spot Swafoto Berlatar Eksotis dari Botol Bekas yang Tersusun Rapi

Menepi sejenak dari padatnya rutinitas yang menjenuhkan nggak ada salahnya lo, Millens. Kamu bisa mencoba refreshing dengan menikmati sejuknya udara pegunungan di Mawar Camp Area.

Spot Swafoto Berlatar Eksotis dari Botol Bekas yang Tersusun Rapi
Pemandangan pagi hari di Mawar Camp Area. (Inibaru.id/Mayang Istnaini)

Inibaru.id – Menikmati udara sejuk khas pegunungan sambil nge-camp di Mawar Camp Area memang menyenangkan. Kita bisa refreshing dan lepas sejenak dari jenuhnya rutinitas, terlebih bagi kamu yang terbiasa hidup di tengah riuhnya perkotaan. Menghabiskan akhir pekan dengan menikmati sunrise sambil menginap di Mawar Camp Area bisa jadi solusi tepat loh!

Berada di Dusun Kluwihan, Desa Sidomukti, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, jarak Mawar Camp Area dari Kota Semarang nggak jauh kok. Yeah, masih mudah dijangkau lah. Kalau jalanan lancar, perjalananmu nggak akan memakan waktu lebih dari 1,5 jam naik kendaraan bermotor.

Saban akhir pekan, pengunjung Mawar Camp Area begitu ramai memenuhi camping ground. Mayoritas pengunjung berasal dari Kota Semarang dan sekitarnya yang memang ingin mencari ketenangan. Sebagian hanya singgah untuk melanjutkan perjalanan menuju puncak Gunung Ungaran, tapi nggak sedikit pula yang memang cuma pengin ngecamp di tempat yang dikenal juga dengan sebutan Base Camp Mawar ini.

Nah, kian bertambahnya pengunjung membuat pihak pengelola Mawar Camp Area terus berinovasi untuk mengembangkan fasilitas umum dan pendukungnya. Pengembangan fasilitas ini diinisiasi oleh Sakpala (Solidaritas Anak Kluwihan Peduli Alam), yakni para pemuda Dusun Kluwihan yang peduli akan keberadaan Mawar Camp Area.

Sakpala secara swadaya membangun fasilitas umum seperti kamar mandi dan musala. Semuanya dikelola dengan baik demi menciptakan kenyamanan untuk pengunjung. Ada pula fasilitas pendukung yang baru-baru ini dibuat, yaitu spot swafoto dari susunan botol-botol bekas. Yang menarik, botol bekas itu dikumpulkan dari sampah pengunjung. Semacam satire kali ya? Ha-ha.

Berswafoto di Mawar Camp Area. (Inibaru.id/Mayang Istnaini)

Sampah botol itu disusun hingga menyerupai bentuk tanda cinta, bintang, gapura, dan gua berukuran besar. Dwi Ahmad, salah seorang pengurus Sakpala, mengatakan, ide itu muncul selepas mereka menghadiri penanaman pohon di Purworejo. Tiap ikon itu, lanjutnya, dikerjakan bersama seluruh anggota Sakpala, dengan memakan waktu sekitar 1-3 minggu per bentuknya. Wah!

“Ya, semula kami melihat spot foto saat menghadiri penanaman pohon massal di Gunung Kelir, Kabupaten Purworejo. Nah, dari situ kami jadi terinspirasi,” kata Dwi saat ditemui Inibaru.id di Pos Sakpala belum lama ini.

Bintang dan Cinta

Tanda cinta dan bintang menjadi ikon yang paling banyak digunakan pengunjung Mawar Camp Area sebagai latar berswafoto. Ini karena di belakang dua ikon tersebut terhampar latar ngarai dan pepohonan hijau yang begitu menawan. Dwi mengatakan, Sakpala memang sengaja mengatur letak instalasi itu dengan latar belakang yang pas agar menghasilkan foto yang bagus.

Gimana, Millens, siap berswafoto di sini? Nah, kalau kamu pengin nge-camp di tempat sejuk ini tapi nggak punya peralatan camping, tenanglah, karena Sakpala juga menyewakan berbagai peralatan camping. Beberapa peralatan yang mereka sewakan di antaranya tenda, matras, hingga sleeping bag. 

So, siapkan kameramu ya, Millens! Jangan lupa kalau sudah berswafoto, colek Inibaru.id ya! Salam! (Mayang Istnaini/E03)