Sepi, Bandungan Bak Kota Mati

Sepi, Bandungan Bak Kota Mati
Taman Bunga Celosia tutup. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Bandungan, tempat favorit warga Semarang untuk berakhir pekan kini kondisinya "mengenaskan". Tempat wisata tutup, jalanan lengang, dan pedagang gigit jari lantaran sepi pembeli merupakan hal yang umum di sana.

Inibaru.id - Siapa orang Semarang yang nggak kenal Bandungan? Bandungan selalu jadi pilihan untuk merayakan liburan serta berakhir pekan warga Semarang dan sekitarnya. Berbagai pilihan tempat wisata tersedia di sini. Namun seperti apa kondisi Bandungan di tengah pandemi corona?

Sabtu (11/4) lalu, jalanan Bandungan yang biasanya macet parah hingga bikin emosi, kala itu benar-benar lengang. Cuma ada beberapa kendaraan pengangkut belanjaan dan rumput yang sepengamatan saya merupakan milik warga lokal. Ke mana perginya semua wisatawan?

Seperti di tempat lain, sepinya Bandungan disebabkan tutupnya berbagai tempat wisata. Para pedagang kaki lima yang bergantung pada wisata kini juga terpaksa ikut libur karena nggak ada pengunjung. Tampak beberapa lapak pedagang yang biasanya menjajakan tahu serasi, kini tampak kosong dengan tumpukan kursi di atas meja sebagai tanda lagi nggak beroperasi.

Sedikit masuk ke Pasar Bandungan, saya kembali dibuat terkejut dengan parkiran yang biasanya dipenuhi kendaraan wisatawan dengan berbagai pelat berbeda kini tampak kosong. Keadaan di dalam pasar pun nggak jauh berbeda, hal ini diungkapkan oleh Sri, seorang penjual jagung segar yang mengaku hampir nggak dapat pemasukan.

“Pasar sepi mulai anak sekolah libur karena corona. Sekarang paling dapat Rp 15 ribu, kadang nggak (dapat),” tutur perempuan berperawakan kecil ini.

Wisata Tutup, Karyawan Nggak kerja

Suasana jalan di depan Kecamatan Bandungan yang lengang. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)
Suasana jalan di depan Kecamatan Bandungan yang lengang. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Masih belum yakin, langkah kaki saya mengarah ke wisata populer di kecamatan kecil yang superdingin ini. Di taman wisata air, New Bandungan Indah yang sudah tutup lebih dari dua minggu terlihat menyedihkan. Sepanjang jalan, saya nggak menemui seorang pegawaipun, hingga saya bertemu Sri Bagus Mulyanto, seorang karyawan yang kebetulan bertugas.

“Tutup mulai 2 minggu yang lalu menurut anjuran dari koperasi PT KAI,” kata Bagus.

Wisata yang setidaknya mendatangkan 800-an wisatawan per hari pada hari libur ini, sekarang sama sekali nggak dikunjungi satu orang pun. Akibat kondisi ini, 28 karyawan yang sedianya bekerja penuh terpaksa dipekerjakan setengah hari dengan upah yang juga setengah dari biasanya.

Situasi yang sama juga saya temui di wisata Taman Bunga Celosia yang terletak nggak jauh dari Candi Gedong Songo. Wisata yang sedang menjadi tren di kalangan anak muda kini juga merana. Di pintu masuk, terdapat papan pengumuman bahwa wisata ini ditutup.

Yang lebih parah, nggak ada satu pun karyawan yang bertugas kala itu. Yap, Seperti kota mati, kini Bandungan yang gemerlap tampak redup.

Namun liburnya wisatawan dalam memadati kota dingin ini semoga membawa dampak baik ya, Millens! (Zulfa Anisah/E05)