Senja di Waduk Cengklik Boyolali, Romantis dan Dramatis

Senja di Waduk Cengklik Boyolali, Romantis dan Dramatis
Waduk Cengklik Boyolali. (Wisatakaka)

Nggak hanya menjadi lokasi untuk menyimpan air untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat setempat, Waduk Cengklik Boyolali juga menjadi lokasi wisata yang instragamabel banget!

Inibaru.id – Waduk atau bendungan merupakan danau buatan yang diciptakan untuk menyimpan air dengan cara membendung aliran sungai. Namun, alih-alih sekadar memenuhi kebutuhan air masyarakat sekitar, waduk juga menjadi tempat wisata yang cukup menarik.

Di Boyolali, Jawa Tengah, kamu bisa menjumpai Waduk Cengklik yang menawarkan momen menarik menjelang malam. Yap, datanglah sekitar pukul 17.00 WIB untuk menikmati momen matahari terbenam atau sunset dari waduk ini.

Gambaran masa kecil tentang matahari yang diapit dua gunung bisa kamu saksikan, yakni sunset di antara Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Jika cuaca sedang cerah, kamu akan melihat gradisi langit yang luar biasa: biru berpadu jingga.

Waduk Cengklik Boyolali. (Flickr/Andika Cahyadi)
Waduk Cengklik Boyolali. (Flickr/Andika Cahyadi)

Selain senja, suasana pagi hari pun setali tiga uang. Saban akhir pekan, Waduk Cengklik biasa dijadikan tempat favorit untuk bertamasya. Nggak sedikit pengunjung yang datang sekadar berjalan-jalan atau kulineran di sekitar waduk, dengan menu nasi pecel, soto, dan nasi ikan wader yang khas.

Menyewa Perahu

Menyambangi Waduk Cengklik, kamu juga bisa menyewa perahu dan menelusuri permukaan waduk yang tenang. Hm, seru! Kamu bisa mengelilingi waduk sembari menikmati pemandangan, menyentuh eceng gondok, dan melihat penangkaran ikan.

Pesona Waduk Cengklik di sore hari. (Steemit/Miftachus Saidin)
Pesona Waduk Cengklik di sore hari. (Steemit/Miftachus Saidin)

Waduk Cengklik berada di Desa Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah. Lokasi danau buatan ini berdekatan dengan Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo.

Sejarah Waduk Cengklik

Meniti sejarahnya, Waduk Cengklik sudah ada sejak zaman Kolonial Belanda. Pembangunan waduk dipercaya dilakukan pada 1926 hingga 1928. Dibangun di bawah Praja Mangkunegaran. waduk tersebut semula merupakan sumber irigasi di persawahan wilayah Pura Mangkunegaran.

Kini, nggak sekadar sarana pengairan, Waduk Cengklik juga menjadi salah satu lokawisata favorit di Boyolali.

Memberi makan ikan? Boleh juga! (Malangsemarang)
Memberi makan ikan? Boleh juga! (Malangsemarang)

Dibuka setiap hari, untuk menyambangi Waduk Cengklik, kamu cukup membayar tiket masuk sekitar Rp 4.000 per orang, plus biaya parkir sebesar Rp 2.000 untuk sepeda motor.

Tertarik berfoto di Waduk Cengklik Boyolali? Lokasinya nggak jauh dari Bandara Internasional Adi Soemarmo, kok, sekitar 4 kilometer berkendara dari bandara. (IB07/E03)