Sempat Menjadi Pusat Perdagangan, Pantai Siung Berubah Menjadi Arena Panjat Tebing

Sempat Menjadi Pusat Perdagangan, Pantai Siung Berubah Menjadi Arena Panjat Tebing
Panjat tebing di Pantai Siung. (Jogja.korinatour)

Sempat ramai lantaran ada Pasar Winangun yang menjadi sentra penjualan garam di Gunungkidul, lalu sepi setelah pasar dipindahkan, Pantai Siung kembali dipenuhi wisatawan setelah kawasan itu menjadi lokasi olahraga ekstren dengan ratusan spot untuk panjat tebing. Hmm!

Inibaru.id – Bagi sebagian orang, Pantai Siung mungkin terdengar asing di telinga. Sebagian pencinta alam di Yogyakarta menggunakan pantai ini untuk berpanjat tebing.

Nggak hanya pencinta alam di Yogyakarta, wisatawan dari luar negeri juga mengunjungi Pantai Siung untuk melakukan olahraga ekstrem ini, lo. Hm, kamu yang suka memacu adrenalin sebaiknya menyempatkan waktu untuk ke sana.

Sebelum menjadi arena panjat tebing seperti sekarang, pantai ini dulunya merupakan kawasan perdagangan di Gunungkidul. Bicara soal namanya, “suing” diambil dari bentuk batu karang yang menyerupai gigi kera.

Berada di Dusun Duwet, Kelurahan Tepus, Kecamatan Tepus, lokasi pantai ini berdekatan dengan sebuah pasar bernama Pasar Winangun.

Memanjat tebing sembari menikmati pantai yang membiru. (Liburmulu)

Di pasar ini, penduduk yang dulu berprofesi sebagai petani garam menjual dagangannya. Sayang, Pasar Winangun kemudian dipindahkan ke tempat lain.

Perpindahan pusat perdagangan ini berimbas besar pada mata pencarian penduduk. Setelah sempat mati, barulah tempat ini kembali menjadi salah satu tujuan pariwisata. Bebatuan karang di sana menjadi arena panjat tebing bagi kelompok-kelompok pencinta alam.

Meski nggak seramai dulu, Pantai Siung tetap menyisakan keindahan lewat bebatuan karangnya. Sebelum masuk ke kawasan ini, siapkan dulu uang sebanyak Rp 10 ribu untuk membayar tiket.

Kamu yang hobi berfoto, jangan lupa bawa kamera. Tetap hati-hati selama dan jangan buang sampah sembarangan ya. (IB15/E03)