Selalu Hibur Pengunjung, Begini Suka Duka Minius Minimania
Para Minius sedang membantu penukaran tiket. (Inibaru.id/ Sitha Afril)

Selalu Hibur Pengunjung, Begini Suka Duka Minius Minimania

Bisa berkeliling tempat wisata setiap hari nyatanya nggak lantas membuat para pemandu wisata mini di Minimania selalu bahagia. Ada saja pengunjung yang menyakiti hati mereka. Bagaimana ceritanya?

Inibaru.id - Di Cimory on The Valley, Bergas, Kabupaten Semarang, kamu bakal disuguhi atraksi unik dari para minius. Mereka ini petugas khusus berperawakan mini. Mereka menghibur pengunjung dengan melakukan flash mob. Pemandangan langka ini tentu membuat pengunjung senang. Beberapa orang tampak mengabadikan gerakan kompak nan menggemaskan para minius. 

Minius berasal dari kata “Mini” dan “Us” yang berarti “kami yang kecil”. Misi sosial yang digalakkan oleh Cimory, menarik mereka untuk mengadu nasib dengan menjadi pemandu di Minimania. O ya, di Minimania terdapat repilka gedung-gedung ikonik dari berbagai dunia. Tugas mereka di Minimania adalah sebagai pemandu, memberikan informasi, dan berbagai bantuan yang diperlukan oleh pengunjung.

Para Minius melakukan Flash Mob. (Inibaru.id/ Sitha Afril)

Yoga, adalah salah seorang Minius yang punya andil besar dalam mengumpulkan mereka. Awalnya dia tergabung dalam komunitas yang menghimpun orang-orang mini milik artis Ucok Baba. Namanya adalah Unit Berkarya Indonesia (UBI). Oleh Cimory dia diminta mengumpulkan orang-orang bertubuh mini untuk dijadikan pemandu di wahana Minimania. Akhirnya terkumpulah 14 orang.

Kawanan Minius ini datang dari berbagai latar belakang. Suprianto, misalnya, sebelum bekerja di Minimani dia membuka usaha dengan membudidayakan jamur tiram.

“Saya bikin jamur tiram, namun hal itu nggak bisa mencukupi kebutuhan keluarga saya karena penggemarnya nggak banyak,” aku Suprianto.

Beda lagi dengan Fahni Aprilia dan Budi Hartoyo, mereka berdua pernah menggeluti dunia akting meskipun di tempat yang berbeda. Selain itu Fahni juga sampai pernah menjadi buruh pabrik, namun diputus kontrak karena dinilai nggak banyak membantu.

Kendala dalam Memandu

Perlakuan remeh seperti yang didapat oleh Fahni tadi juga dialami oleh beberapa Minius yang lain. Hal itu diungkapkan oleh Andika Putra Raharja, Business Unit Manager di Cimory on The Valley. Dengan penuh rasa iba dia kesal dengan komentar pengunjung yang berkata nggak pantas kepada para Minius.

“Ada yang berkata seperti ini, 'Loh kamu kok pendek sih, Mas, makannya apa?' Saya sungguh kesal sekali mendengarnya. Mungkin kalau anak kecil saya maklum namun ini dari pria dewasa yang seharusnya sudah matang secara pemikiran,” ujar Andika.

Desi Nurhayati, salah seorang anggota Minius. (Inibaru.id/ Audrian F)

Pengakuan langsung datang dari salah seorang anggota dari Minius yakni Desi Nurhayati. Perempuan yang pernah menjadi penonton bayara di sejumlah acara tv nasional tersebut mengaku kalau sering mendapat perlakukan nggak menyenangkan dari pengunjung.

“Kami ini di sini membantu, apabila ada yang minta foto kami fotokan. Eh, tapi ada saja yang nggak suka dan malah menganggap kami pengganggu,” kata Desi.

Namun meskipun begitu, ada juga hikmah yang didapat oleh anggota Minius. Seperti yang dilontarkan oleh Achmad Nuroji. Dia senang bisa saling bekerja dengan teman-teman yang memiliki nasib yang sama.

"Di sini saya mendapat banyak ilmu. Bisa berkomunikasi dengan orang dan memberi edukasi. Selain itu saya juga senang bisa bekerja dengan sesama teman mini," ucap Achmad.

Oh, jadi begita ya, suka-duka para Minius. Kamu jangan ikut-ikutan menganggap rendah mereka ya. Semua itu sama kok di mata Tuhan. (Audrian F/E05)