Sedang Tren di Kalangan Traveler, Melacak Leluhur dengan DNA Travel

Sedang Tren di Kalangan Traveler, Melacak Leluhur dengan <em>DNA Travel</em>
Skotlandia menjadi salah satu tempat yang banyak dikunjungi wisatawan yang melakukan DNA travel. (Nomadasaurus)

Mencoba mencari asal leluhur, nggak sedikit orang Amerika yang melakukan perjalanan berdasarkan tes DNA yang mereka lakukan sebelumnya. Kaum muda di sana menyebutnya DNA travel

Inibaru.id – Tak banyak yang tahu jika Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, adalah keturunan Tionghoa, merujuk pada Kronik Tiongkok dari Kuil Sam Poo Kong.

Namun, kita tidak sedang menyoal kesahihan informasi itu, melainkan silsilah keluarga yang mungkin selama ini kita yakini bertalian dengan suku atau ras tertentu, tapi nyatanya tidak demikian. Pernahkah kamu berpikir siapakah leluhurmu?

Nah, hal inilah yang belakangan mengusik kaum milenial di sejumlah negara multikultural seperti Amerika dan Kanada, serta Eropa. Berangkat dari keinginan untuk mencari tahu silsilah leluhurnya, mereka mulai melakukan pencarian dengan berwisata DNA atau disebut DNA travel.

Kristen Sarah, warga Kanada yang merupakan salah satu pionir Lonely Planet melakukan perjalanan DNA setelah mengetahui dirinya memiliki DNA Italia, Inggris, Irlandia, Norwegia, Afrika, Asia, dan lain-lain. (Hopscotch the Globe)

Sejatinya, keinginan melacak latar belakang silsilah keluarga bukanlah hal yang baru di kalangan wisatawan Amerika dan Kanada dengan istilah ancestral tour. Dikutip dari The Telegraph, 23 persen turis asing datang ke Skotlandia untuk melacak leluhur mereka.

Bahkan, sejumlah perusahaan tur di Irlandia seperti My Ireland Tour dan Irish Emigrant Trails telah menawarkan perjalanan khusus yang menyasar warga Amerika. Konon, 33 juga orang Amerika memang telah teridentifikasi sebagai keturunan Irlandia.

Dimulai dengan Tes DNA

Untuk memulai wisata leluhur, kamu tentu saja harus melalui tes DNA terlebih dulu. Di Amerika, perusahaan seperti 23andMe telah menyediakan fasilitas ini. Beberapa minggu setelah mengirimkan sampel, kamu bakal mendapat link terkait DNA-mu.

Setelah mengetahui runutan sejarah DNA tersebut, kamu bisa memulai pencarian. Maka, jangan heran ketika kamu melihat ada orang asing datang ke Indonesia, biasanya dari Belanda, Jepang, atau Inggris, untuk mencari garis keturunannya.

Hm, mengasyikkan sekaligus menakutkan ya, Millens? Namun, tentu saja wisata DNA ini baik untuk mengetahui bahwa mungkin ada bagian dari diri kita yang sejatinya berasal dari ras yang jauh dari bayangan kita. Tentu saja itu bertujuan untuk lebih menghargai ras tersebut.

Jepang menjadi salah satu tujuan wisata orang Indonesia yang mencari leluhurnya. (Shutterstock/Patryk Kosmider)

Lebih jauh dari itu, wisata DNA juga dijadikan kaum muda sebagai bentuk refleksi diri, bahwa nggak ada rasa tau suku yang lebih baik dari lainnya, karena kita bisa berasal dari mana saja dan mungkin bersaudara.

Ya, ini berarti, kamu pun bisa berasal dari mana saja! Menyenangkan, bukan? (IB20/E03)