Saksi Bisu Eksistensi Rokok Pompa di Semarang
Pintu masuk bekas bangunan pabrik yang bertuliskan "Rokok Pompa" di Jalan Karangsaru, Kota Semarang. (Inibaru.id/ Julia Dewi Krismayani)

Saksi Bisu Eksistensi Rokok Pompa di Semarang

Saat Semarang masih dalam genggaman Belanda, ada tiga merek rokok ternama. Salah satu merek yang terkenal saat itu adalah Rokok Pompa yang hingga kini bekas bangunannya masih berdiri kokoh. 

Inibaru.id - Saat berkunjung ke perpustakaan bahasa Belanda di Yayasan Widya Mitra pada Rabu (11/3), saya justru menemukan fakta sejarah yang nggak diketahu banyak orang. Gedung yayasan yang terletak di Jalan MT Haryono No 360, Kota Semarang tersebut menjadi saksi bisu tentang sejarah eksistensi rokok merek Pompa yang cukup terkenal pada zaman Belanda.

Rokok Pompa dulunya merupakan milik pengusaha Ong Tjwie Tien. Pabriknya didirikan pada abad ke- 18. Rokok tersebut termasuk dalam salah satu dari tiga merek rokok yang terkenal khususnya di daerah Semarang. Merek lainnya adalah Praoe Lajar (Prau Layar) dan Oepet (Upet) Tambang. Sayangnya, pabrik merek rokok yang cukup terkenal di Semarang ini harus tutup pada tahun 1970-an karena nggak ada penerus.

O ya, saat ini bangunan pabrik dan gudang tembakau yang menjadi saksi eksistensi rokok Pompa masih dapat ditemui. Adapun bekas gudang tembakau tersebut diwariskan kepada cucu Ong Tjwie Tien yaitu Teguh Raharjo dan difungsikan sebagai bagian dari Gedung Yayasan Widya Mitra.

Bangunan gedung tersebut sudah ada sejak 1890-an dan direnovasi menjadi dua lantai pada 1927 sebagai gudang penyimpanan tembakau. Kini, ruangan di lantai dua itu dimanfaatkan sebagai tempat menggelar pameran seni rupa, Millens

Menggunakan Gaya Arsitektur Tionghoa

Meskipun telah beralih fungsi, tetapi bentuk bangunan ini masih dipertahankan. Lantainya yang terbuat dari kayu jati tetap kokok meskipun telah menjadi pijakan para buruh rokok sejak 1927 sampai akhirnya ditutup.

Setelah bangunan beralih pemilik, dilakukan beberapa renovasi tanpa mengubah arsitektur awal di beberapa bagian.

Bangunan bekas pabrik rokok Pompa yang terdapat di Jalan Karangsaru, Kota Semarang. (Inibaru.id/ Julia Dewi Krismayani)<br>
Bangunan bekas pabrik rokok Pompa yang terdapat di Jalan Karangsaru, Kota Semarang. (Inibaru.id/ Julia Dewi Krismayani)

"Bangunan Tionghoa itu ciri-cirinya di tengah-tengahnya ada ruang kosong, tidak ada atapnya," jelas Seno, pengurus yayasan saat ditemui pada Kamis (18/3). "Fisolofinya mereka supaya ada udara bisa masuk," tambahnya lagi.

Rupanya, terdapat sumur di tengah bangunan tanpa atap itu untuk menampung air hujan. Sayangnya, bentuk seperti ini secara fengshui justru dianggap kurang hoki dan dihubungkan dengan ditutupnya pabrik. Selama beberapa tahun tempat ini juga sempat suwung.

Sayangnya, nggak sembarang orang boleh masuk ke dalamnya ya Millens. Tapi kalau kamu hanya ingin berfoto di depannya nggak masalah.

Nah, menurut kamu gimana Millens? Jadi dapat pengetahuan baru, kan? (Julia Dewi Krismayani/E05)